investasi

Kargo Technologies Kenalkan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035 Lewat Program Kemitraan

Rabu, 3 Desember 2025 | 11:41 WIB
Kargo Technologies memperkenalkan identitas visual terbarunya serta meluncurkan program kemitraan logistik berbasis kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) sebagai langkah memperkuat komitmen dalam menghadirkan armada EV terbesar di Asia Tenggara. (Kalimantansatu.com/Dok. Kargo Technologies)

Kargo Tech telah memulai program pilot dengan sejumlah pelanggan korporasi terpilih pada akhir 2025, dengan tujuan untuk:

● Mengukur efisiensi energi aktual dan manfaat biaya operasional

● Menilai kesiapan rute dan infrastruktur pendukung

● Mengumpulkan umpan balik langsung dari pengguna awal layanan logistik EV

Perusahaan akan mengoperasikan lebih dari 500 EV pada 2025 dan 2,500 EV pada 2026, sebagai fondasi awal armada elektrik berskala besar yang dapat mendukung pergerakan logistik lintas batas di masa depan.

Kargo menargetkan elektrifikasi penuh seluruh armada pada 2035.

Program Kemitraan Armada EV & Dampak terhadap Manufaktur Lokal

Untuk mempercepat adopsi EV di sektor logistik, Kargo Technologies memperkenalkan program kemitraan khusus bagi para shipper dan klien korporasi.

Perusahaan yang mengadopsi EV akan memperoleh berbagai keunggulan dibandingkan armada konvensional.

Dengan mengintegrasikan data EV ke dalam platform Kargo Nexus, shipper memperoleh visibilitas operasional yang transparan dan real-time — menjawab tantangan efisiensi yang dihadapi organisasi logistik dari berbagai skala.

Baca Juga: ENRG Temukan Gas Baru Dalam Pengeboran di KKS Sengkang Sulsel, Bos Energi Mega Persada Ungkap Detailnya dan Rencana Komersial Lanjutan

Program ini juga mendukung perusahaan dengan komitmen ESG dan ramah lingkungan dalam mencapai operasional logistik yang rendah emisi, mengubah target keberlanjutan lingkungan menjadi hasil operasional yang terukur.

Program ini juga mendukung perusahaan dengan komitmen ESG dan lingkungan dalam mewujudkan operasi logistik rendah emisi, menjadikan target ketidakberlanjutan sebagai hasil operasional yang terukur.

Untuk memastikan ketersediaan pasokan EV dan mendukung industri nasional, Kargo Technologies telah mendatangi MoU dengan beberapa merek kendaraan listrik komersial terbesar, termasuk Foton, JAC, Wuling, dan VKTR.

Para OEM ini telah melakukan lokalisasi produksi di Indonesia, berkontribusi pada penciptaan ribuan lapangan kerja dan memperkuat posisi indonesia sebagai hub regional manufaktur EV dan inovasi logistik hijau.

Halaman:

Tags

Terkini