Kargo Tech telah memulai program pilot dengan sejumlah pelanggan korporasi terpilih pada akhir 2025, dengan tujuan untuk:
● Mengukur efisiensi energi aktual dan manfaat biaya operasional
● Menilai kesiapan rute dan infrastruktur pendukung
● Mengumpulkan umpan balik langsung dari pengguna awal layanan logistik EV
Perusahaan akan mengoperasikan lebih dari 500 EV pada 2025 dan 2,500 EV pada 2026, sebagai fondasi awal armada elektrik berskala besar yang dapat mendukung pergerakan logistik lintas batas di masa depan.
Kargo menargetkan elektrifikasi penuh seluruh armada pada 2035.
Program Kemitraan Armada EV & Dampak terhadap Manufaktur Lokal
Untuk mempercepat adopsi EV di sektor logistik, Kargo Technologies memperkenalkan program kemitraan khusus bagi para shipper dan klien korporasi.
Perusahaan yang mengadopsi EV akan memperoleh berbagai keunggulan dibandingkan armada konvensional.
Dengan mengintegrasikan data EV ke dalam platform Kargo Nexus, shipper memperoleh visibilitas operasional yang transparan dan real-time — menjawab tantangan efisiensi yang dihadapi organisasi logistik dari berbagai skala.
Program ini juga mendukung perusahaan dengan komitmen ESG dan ramah lingkungan dalam mencapai operasional logistik yang rendah emisi, mengubah target keberlanjutan lingkungan menjadi hasil operasional yang terukur.
Program ini juga mendukung perusahaan dengan komitmen ESG dan lingkungan dalam mewujudkan operasi logistik rendah emisi, menjadikan target ketidakberlanjutan sebagai hasil operasional yang terukur.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan EV dan mendukung industri nasional, Kargo Technologies telah mendatangi MoU dengan beberapa merek kendaraan listrik komersial terbesar, termasuk Foton, JAC, Wuling, dan VKTR.
Para OEM ini telah melakukan lokalisasi produksi di Indonesia, berkontribusi pada penciptaan ribuan lapangan kerja dan memperkuat posisi indonesia sebagai hub regional manufaktur EV dan inovasi logistik hijau.