KALIMANTANSATU.COM - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) belum mampu membukukan laba bersih berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 (Unaudited).
Beban umum dan administrasi Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp12,60 Miliar atau memiliki bobot sebesar -89,64% jika dibandingkan dengan total penjualan Perseroan.
Tentunya, komposisi beban umum dan administrasi tersebut terkategori cukup tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan FOLK, sehingga masih mengalami rugi bersih.
Terkait kondisi tersebut, Direktur Utama Folk Danny Sutradewa menegaskan, Perseroan telah dan terus melakukan langkah efisiensi biaya operasional secara bertahap dan terukur.
"Ini tercermin dari penurunan beban umum dan administrasi dari Rp16,12 Miliar per 30 September 2024 menjadi Rp12,60 Miliar per 30 September 2025, atau turun sekitar 21,9% secara yoy," ungkapnya dalam Penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2026).
Pos biaya yang telah mengalami efisiensi antara lain gaji dan tunjangan karyawan melalui penyesuaian struktur organisasi, dan pengendalian rekrutmen.
Kemudian, biaya operasional dan perlengkapan kantor, melalui pembatasan pengeluaran non-esensial dan efisiensi aktivitas operasional harian.
Termasuk biaya jasa profesional dan biaya lainnya, dengan melakukan evaluasi ulang kontrak serta pembatasan penggunaan jasa eksternal yang tidak bersifat kritikal.
"Langkah-langkah tersebut dilakukan tanpa mengganggu kelangsungan operasional inti Perseroan," jelasnya.
Bagaimana Strategi FOLK Agar Untung Bersih ?
Danny Sutradewa menyadari bahwa efisiensi biaya perlu diimbangi dengan peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, strategi Perseroan ke depan difokuskan pada sejumlah hal diantaranya sebagai berikut :