KALIMANTANSATU.COM - Support dan resistance lazim digunakan oleh trader sebagai alat bantu untuk menganalisa pergerakan harga saham.
Resistance adalah tingkat harga tertinggi dari sebuah saham di satu waktu tertentu.
Pada masa ini, banyak aksi jual yang dilakukan oleh pemegang saham sehingga membuat harga sulit untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Sehingga pada titik resistance, harga akan turun.
Namun, ada kalanya resistance dapat ditembus yang dikenal dengan istilah breakout di mana harga akan naik.
Pada satu waktu akan tetap menyentuh titik resistance berikutnya yang ditandai dengan menurunnya harga saham.
Baca Juga: 4 Cara Menentukan Support Saham Sebelum Membeli ! Investor dan Trader Bisa Coba Pakai Metode Ini
Berikut ini cara menentukan resistance saham sebelum membeli dikutip dari Stockbit Sekuritas :
1. Garis horizontal
- Pilih saham tertentu di Bursa Efek dan lihat history pergerakan harga sahamnya pada suatu waktu tertentu.
- Cari titik tertinggi harga saham di periode waktu tersebut.
- Tarik garis horizontal tepat di atas titik tertinggi saham dan jadikan area ini sebagai area resistance saham.
2. Trend line
- Pilih saham tertentu di Bursa Efek kemudian lihat pergerakan harga sahamnya selama kurun waktu tertentu.
- Fokus pada pergerakan harga saham yang membentuk tren naik (uptrend) atau turun (downtrend).
- Untuk menentukan area resistance, tarik garis miring untuk menghubungkan ujung titik tertinggi harga saham dengan ujung titik tertinggi lainnya pada suatu tren.
3. Moving Average
- Pilih saham tertentu di Bursa Efek lalu lihat pergerakan harga sahamnya pada suatu periode waktu tertentu.
- Gunakan indikator moving average dan pilih rentang waktu 20 hari (MA20), atau kamu juga bisa memilih menggunakan rentang waktu lain tergantung selera.
- Perhatikan garis moving average (MA) pada grafik pergerakan harga saham. Bila garis MA berada di atas harga, maka berfungsi sebagai area resistance, dan begitu pun sebaliknya.