KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia (Adaro) pada 23 Januari 2026.
Kontrak tersebut berlaku mulai 1 April 2026 hingga 31 Desember 2030.
Kontrak baru ini sekaligus mengamankan keberlanjutan operasional BUMA di Tambang Tutupan Selatan di Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan.
Sebagai informasi, BUMA adalah anak perusahaan utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID).
Berdasarkan kontrak tersebut dan mengacu pada syarat serta ketentuan yang berlaku sebagaimana tercantum di dalamnya, BUMA diperkirakan akan menghasilkan overburden removal sekitar 239 juta bank cubic meter (bcm) dan memproduksi 44 juta ton batu bara.
Angka itu setara dengan rata-rata volume tahunan masing-masing sebesar 50,5 juta bcm dan 9,3 juta ton.
Kontrak ini makin memperkuat kemitraan jangka panjang antara BUMA dan Adaro Indonesia yang telah terjalin selama lebih dari 20 tahun, sekaligus memperkokoh basis pendapatan berdasarkan kontrak Grup dan meningkatkan visibilitas kinerja keuangan jangka panjang.
Direktur Utama BUMA Ronald Sutardja menyatakan, kontrak signifikan dengan Adaro Indonesia ini mencerminkan konsistensi BUMA.
"(Adaro) salah satu mitra jangka panjang kami yang berharga. Kontrak ini mencerminkan konsistensi kinerja operasional BUMA, serta kapabilitas kami dalam mengelola operasi pertambangan yang kompleks secara teknis dengan standar keselamatan dan keandalan yang tinggi," ungkap Ronald dalam keterangannya.
Lanjut dia, kontrak ini memperkuat visibilitas pendapatan kami sekaligus menegaskan posisi BUMA sebagai mitra jasa pertambangan tepercaya di Indonesia.
Sejalan dengan kegiatan operasionalnya, kata Ronald, BUMA senantiasa berkomitmen memberdayakan masyarakat di wilayah Tabalong melalui berbagai program yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, perlindungan lingkungan, serta sosial dan budaya.
Inisiatif unggulan yang dijalankan meliputi lokakarya keterampilan komputer JIKAMAKA, Youth Broadcasting Class untuk pengembangan industri kreatif, program lingkungan Kampung Iklim, serta dukungan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) setempat.