[KOLOM OPINI] Menguak Kembali Misteri Bailout BCA : Benarkah Ide Mengambil Alih 51% Saham Itu Sesat ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 09:25 WIB
Ilustrasi klik BCA, salah satu layanan perbankan dari BCA. (Kalimantansatu.com)
Ilustrasi klik BCA, salah satu layanan perbankan dari BCA. (Kalimantansatu.com)

6. Fakta Hari Ini

BCA kini bank swasta paling untung di Indonesia, dengan laba bersih tahunan lebih dari Rp 50 triliun.

Obligasi rekap yang dulu diberikan masih membekas dalam memori publik sebagai “utang rakyat” untuk menyelamatkan bank swasta.

Pemegang saham pengendali kini menikmati dividen jumbo tiap tahun, sementara publik hanya bisa mengingat bahwa dulu bank ini pernah diselamatkan dengan uang rakyat.

7. Apa yang Bisa Dilakukan Presiden dan DPR?

Jika Presiden Prabowo benar-benar ingin membela kepentingan rakyat, ada beberapa langkah elegan yang bisa ditempuh:

1. Audit ulang bailout dan penjualan BCA oleh BPK dan auditor independen.

2. Membuka dokumen lama: hasil investigasi BPK, laporan KPK, hingga notulensi sidang kabinet soal bailout.

3. Negosiasi konstruktif dengan pemegang saham pengendali: misalnya lewat peningkatan pajak dividen, CSR strategis, atau skema kompensasi lain agar negara tetap mendapat manfaat.

4. Komunikasi publik yang transparan, agar isu ini tidak digoreng jadi bahan politik belaka.

8. Akhir Kata: Sesat atau Koreksi?

Jadi, apakah ide meninjau ulang bailout BCA sesat?
Jawabannya: tidak.

Yang sesat justru jika kita menutup mata terhadap sejarah penggunaan uang negara. Kalau rakyat membayar ratusan triliun lewat APBN, sementara keuntungan hanya dinikmati segelintir orang, itu baru namanya sesat.

Audit, transparansi, dan keberanian mengoreksi masa lalu bukanlah ancaman bagi stabilitas ekonomi. Sebaliknya, itu justru akan memperkuat fondasi moral dan kepercayaan publik pada negara.

Bangsa ini berhak tahu: apakah bailout BCA benar-benar demi rakyat, atau justru demi segelintir pemilik modal?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X