Ditulis Oleh AGUS SUDIBYO (Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat)
KALIMANTANSATU.COM -Teknologi Artificial Intelligence (AI) ibarat buah simalakama untuk industri media massa.
Menolaknya, membuat media massa kian terisolasi di tengah arus deras perubahan.
Menerimanya, juga menciptakan kerentanan manipulasi dan eksploitasi yang semakin mengikis eksistensi media massa di hadapan khalayak.
AI Generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, dan Midjourney telah mengubah peta industri konten digital secara radikal.
Untuk media massa yang sedang terhuyung-huyung oleh tekanan disrupsi, AI generatif seperti berkah yang turun dari langit.
Media massa kini mampu memproduksi teks, gambar, video dalam hitungan menit, dengan tingkat kematangan narasi dan visualisasi yang membutuhkan waktu dan biaya besar jika dikerjakan dengan tenaga manusia.
Namun berkah itu bukan hanya untuk insan media, melainkan untuk semua orang.
Tak pelak lagi, ruang digital dibanjiri konten dengan beragam kualitas, dari yang jurnalistik hingga yang sekedar spam atau konten sintetis murni buatan mesin.
Lonjakan volume konten mewarnai jagat digital. Persoalannya kemudian, bagaimana nasib monetisasi konten jurnalistik? Menjadi lebih mudahkah?
Secara faktual, masyarakat sedang menghadapi limpah ruah informasi. Informasi begitu mudah didapatkan di mana saja, tidak hanya di media massa.
Bahkan narasi komprehensif dapat diperoleh dari beberapa prompt di aplikasi AI Generatif.
Mendorong khalayak untuk tetap mengakses media massa, jelas menuntut upaya yang jauh lebih keras dan strategis di sini.
Pengutamaan Konten Orisinil
Artikel Terkait
Diskusi di Acara CITCOM CONNEXT 2025 ! Kemenkomdigi, Komunitas dan Dunia Usaha Sepakat Rumuskan Adopsi AI
Kemenkes Mengembangkan AI untuk Diagnosis dan Terapi Kanker. Klaim Bisa Bantu Kurangi Biaya Pengobatan Pasien
Imbau Jangan Langsung Percaya Foto dan Video Bernarasi Provokatif di Dunia Digital, Rizky Prabowo Rahino : 'Bisa Saja Hasil Buatan AI'
Perkuat Narasi Positif, Kementerian BUMN Dorong Revolusi Komunikasi Digital Lewat AI dan Peran Karyawan sebagai Duta Perusahaan
Wamenkomdigi Nezar Patria Soroti Penyalahgunaan AI dan Deepfake, Perempuan dan Anak Rawan Jadi Korban
Dinilai Buruk ! Rating Film Animasi Merah Putih One for All Hanya 1,0 di IMDb. Selain Tak Mampu Gugah Emosi, Penonton Duga Plot Ceritanya dari AI
41 Persen Perusahaan PHK Massal hingga 2030, Dampak AI yang Kian Marak Dipakai Dunia Kerja Global
Kata Ekonom Soal Revolusi AI, Generasi Z Berada di Ambang Peluang dan Ancaman Nyata bagi Masa Depan Karier. Mengapa ?
5 Cara Menyusun Strategi Bisnis dengan Bantuan AI, Mulai dari Riset Pasar hingga Bangun Brand yang Kuat
Alasan AI Bukan Hanya Sekadar Tren, namun Jadi Kebutuhan Pekerja Remote di era Digital Masa Kini