Opini Ditulis Oleh Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis
KALIMANTANSATU.COM - Pesan politik yang cukup kuat dihadirkan Presiden Prabowo Subianto dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam.
Ya, Prabowo mengundang Mantan Presiden dan Wakil Presiden serta para Ketua Partai Politik untuk berdialog. Membahas kondisi nasional hingga geopilitik global.
Dialog kenegaraan patut dimaknai menjadi pesan tentang persatuan. Pesan tentang komunikasi. Pesan tentang kualitas kebijakan negara.
Di tengah situasi geopolitik dan geostrategis global yang penuh ketidakpastian, simbol persatuan menjadi sangat penting. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Konflik kawasan, krisis energi, dan ketegangan pangan masih membayangi banyak negara.
Dalam konteks seperti itu, Indonesia membutuhkan soliditas internal. Dialog antara Presiden dan para pemimpin terdahulu memperlihatkan bahwa kepentingan nasional berada di atas segalanya.
Baca Juga: [KOLOM OPINI] Simalakama AI Untuk Media Massa
Kita tahu bahwa setiap Presiden memiliki latar belakang dan dinamika politik yang berbeda. Namun ketika mereka duduk satu meja, yang dikedepankan adalah Indonesia. Bukan kepentingan kelompok. Bukan perbedaan masa lalu. Inilah makna simbolik yang kuat.
Negara hadir sebagai rumah besar bersama. Para tokoh bangsa berbicara dalam semangat yang sama, menjaga stabilitas dan masa depan rakyat.
Simbol ini penting untuk publik. Rakyat ingin melihat pemimpinnya rukun. Rakyat ingin melihat elite politik bisa berdialog. Apalagi di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi yang mudah dipicu oleh isu global. Pertemuan ini memberi ketenangan. Negara berjalan dengan arah yang jelas.
Selain itu, ini juga soal komunikasi dan relasi antarelit politik. Dialog kenegaraan ini menunjukkan bahwa Presiden membuka ruang sumbang saran. Ia tidak berjalan sendiri. Ia mendengar. Ia berdiskusi. Ia bertukar pikiran dengan para pendahulunya dan tokoh senior bangsa.
Langkah ini strategis. Komunikasi yang terjaga akan memperkecil kesalahpahaman. Relasi yang baik akan memperkuat legitimasi kebijakan. Publik tentu menangkap pesan bahwa keputusan pemerintah tidak diambil secara sepihak. Ada proses. Ada pertimbangan. Ada masukan dari pengalaman panjang para mantan pemimpin.
Dalam politik, persepsi sangat menentukan. Ketika elite terlihat kompak dan saling menghormati, publik cenderung lebih percaya. Kepercayaan adalah modal sosial yang mahal. Dialog ini menjadi investasi kepercayaan. Ia mengirim pesan bahwa stabilitas politik tetap terjaga.
Artikel Terkait
Bank SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan di Tahun 2025, Cerminkan Strategi Fundamental Bisnis Berdasarkan Tata Kelola yang Baik
Presiden Prabowo Makan Malam Kebangsaan Bareng Para Mantan Presiden dan Wapres serta Ketua Umum Parpol, Ada Apa ? Ini Penjelasan Seskab Teddy
Selat Hormuz Ditutup Iran Setelah Konflik Dengan Amerika Serikat dan Israel, Apa Antisipasi Indonesia ? Bahlil Lahadalia Bilang Begini
Jemaah Antusias Beras Indonesia Bisa Diekspor ke Tanah Suci untuk Kebutuhan Haji dan Umrah, Rusdi : 'Sangat Setuju, Nasinya Lebih Enak'
Konflik AS vs Iran Memanas, Pemerintah Indonesia Pastikan Keamanan dan Perlindungan untuk Pemulangan Jemaah Umrah
Melihat Perkembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Indonesia! Dari Proposal MSCI, Reformasi Integritas serta Penegakan Hukum
Melihat Data Perkembangan Sektor Perbankan (PBKN) Per Januari 2026, Positif dan Profil Risiko Terjaga! OJK Beberkan Angka NPL, Kredit Bank Hingga DPK
Melihat Data Perkembangan Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) ! OJK Catat Aset Industri Asuransi Naik 5,96 Persen Januari 2026
LUCY Tutup Gerai di SCBD ! Ditanya OJK, Manajemen Lima Dua Lima Tiga Ungkap 6 Pilar Utama Strategi Penyusunan Portofolio Outlet ke Depan
Buka Puasa Bareng Kapolresta Banyuwangi dan Insan Pers Mewarnai Keindahan Ballroom Hotel Kokoon