Ia menambahkan, langkah ini bisa dilakukan tanpa mengubah manajemen BCA maupun mengganggu para nasabah.
Menurutnya, kepemilikan saham harus kembali ke negara demi keadilan ekonomi.
Sasmito juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap dugaan skandal ini. Ia menilai sejak 2014 hingga 2024, KPK maupun aparat hukum tidak menuntaskan persoalan besar tersebut.
“Rakyat hanya menjadi penonton. Padahal, kerugian negara sangat besar dan publik semakin resah,” kata Sasmito.
Ia berharap Presiden Prabowo benar-benar konsisten dengan janji memberantas korupsi. “Saat ini rakyat menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji,” pungkasnya.
(*)