KALIMANTANSATU.COM - Sebagian publik di Tanah Air ramai menyoroti potensi kerugian negara dalam pengelolaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Hal tersebut menjadi sorotan seusai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap adanya potensi kerugian negara yang mencapai Rp1,3 triliun di BTN.
BPK menilai, temuan tersebut terkait lemahnya pengawasan dokumen serta pengelolaan KPR berdasarkan laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025.
Tak hanya itu, BPK juga menyoroti dokumen persetujuan kredit juga dibuat oleh pihak pengembang dengan data profil debitur yang tidak akurat.
"Akibatnya, berpotensi merugikan PT BTN minimal sebesar Rp707,18 miliar atas proses penyelesaian sertifikat yang berlarut-larut," tulis BPK sebagaimana dikutip dalam keterangan resminya, pada Selasa, 19 Mei 2026.
"Dan sebesar Rp628,45 miliar atas 1.215 debitur KPR pada PT BAS selaku developer," tambahnya.
Di sisi lain, BPK juga menyoroti sejumlah persoalan serius dalam penyaluran kredit perumahan melalui salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia tersebut.
Dugaan Sertifikat Debitur yang Tertahan
Dalam laporannya, BPK menemukan masih banyak sertifikat kepemilikan rumah debitur KPR yang belum terselesaikan dan tertahan di berbagai pihak ketiga.
Hal tersebut, mulai dari pengembang, notaris, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga bank lain.
Selain persoalan sertifikat, BPK juga mengidentifikasi adanya 1.215 debitur KPR dengan baki debet atau sisa pinjaman mencapai Rp628,45 miliar yang diduga menggunakan modus pinjam nama.
Soroti 'KPR Simple' PT BAS
Artikel Terkait
Kinerja Solid Perekonomian Indonesia Triwulan I 2026 Tumbuh 5,61 Persen ! Anggap Sesuai Target, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Beberkan Stimulusnya
APBN Cukup Ekspansif Hingga 31 Maret 2026 ! Menkeu Purbaya Ungkap Pendapatan Negara Tumbuh 10 Persen, Realisasinya Tembus Rp574,9 Triliun
Angka Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 Tertinggi dari Negara G20, Menko Airlangga Hartarto : Di Atas Ekspektasi
Jadwal Bagi Dividen ISAT 2025 : Indosat Siapkan Rp3,57 Triliun atau Rp111 per Lembar Saham
Cek Jadwal Bagi Dividen YUPI 2026 ! Direksi PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk Setujui Rp16,57 per Lembar Saham
MSIG LIFE Insurance Indonesia Siapkan Duit Rp201,6 Miliar Buat Investor ! Cek Jadwal Bagi Dividen Saham LIFE 2025
Skandal Dugaan KPR Fiktif di BTN Karawang Menyeruak ! 481 Debitur Diduga Terlibat Praktik 'Pinjam Nama' hingga Manipulasi Data, Developer Terseret
Indonesia Creative Cities Network Buka Open Submission Festival Kreatif ICCN 2026, Apa Tujuannya dan Bagaimana Cara Daftar ?
Jelang Sensus Ekonomi 2026, BPS Banten Gandeng Forum Ekraf Banten untuk Perkuat Data Ekonomi Kreatif
Terbukti Tahan Panas dan Senyapkan Bising saat Hujan, Atap Alduro jadi Pilihan Program Bedah Rumah Pemkot Yogyakarta Perbaiki Hunian Warga