Kisah Azizah Guru Agama yang Pensiun Dini Karena Syarat Kejepit, Kini Berangkat Haji 2024 Bersama Suaminya

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 19 Mei 2024 | 10:38 WIB
Azizah (57 tahun) berangkat haji tahun 2024 dengan suaminya.  Mereka berdua tergabung pada kelompok terbang (kloter) dua Embarkasih Solo Jawa Tengah (SOC-02). (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)
Azizah (57 tahun) berangkat haji tahun 2024 dengan suaminya. Mereka berdua tergabung pada kelompok terbang (kloter) dua Embarkasih Solo Jawa Tengah (SOC-02). (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)

“Terima kasih sekali sudah bantu saya, maafkan jika saya merepotkan,” ucapnya sungkan.

Pensiun Dini Karena Sakit Syaraf Kejepit

Azizah sebelumnya adalah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Magelang, Jawa Tengah.

Dia terpaksa mengajukan pensiun dini karena sakit syaraf kejepit yang dideritanya.

“Saya itu harusnya berangkat haji tahun lalu, tapi Qadarullah saya diberi sakit syaraf kejepit yang membuat saya tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa, semua dibantu oleh suami yang sabar mengurus saya,” tutur alumni UIN Sunan Kalijaga ini bercerita.

Tidak hanya Azizah, sang suami yang merupakan tenaga honorer, terpaksa juga mengundurkan diri.

Sebab, doa harus mengurus keperluan istrinya.

Sekarang, mereka berdua tengah berusaha mengembangkan usaha kecil-kecilan untuk membiayai kehidupan keluarganya.

“Apapun kondisi yang ditakdirkan Allah, saya terima dan ikhlas menjalaninya. Saya bersyukur sekali akhirnya saya dan suami bisa ke Tanah Suci. Kami penuhi panggilan-Nya dengan kondisi kami yang terbatas ini,” ucapnya dengan mata basah.

Menurutnya, jika memang sudah panggilan Nya untuk ke Tanah Suci, akan dikasihNya jalan dengan cara apapun.

Baca Juga: Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024: Inspiratif, Walau Tak Bisa Melihat dan Menunggu 14 Tahun, Nek Sajeriah Sangat Bahagia Berangkat Ibadah ke Tanah Suci

Azizah lalu bercerita bahwa tahun lalu dia tidak bisa berangkat haji karena sakit.

Uang tabungan pun habis untuk berobat. Bahkan, saya sempat koma selama tiga hari karena tekanan darah tinggi.

“Akibat koma itu, saya kehilangan sebagian besar ingatan saya,” tambah Azizah.

“Saya lupa semua bacaan dan cara salam. Saya cuma ingat surat AlFatihah. Saya juga lupa tentang keluarga dan saudara-saudara saya, beruntung keluarga sangat mendukung dan pelan-pelan mengajarkan saya cara dan bacaan salat,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X