Kisah Runiti Jemaah Haji Indonesia 2024. Berusaha Tabah, Suami Meninggal Dunia di Salah Satu Kamar Gedung Makkah Lantai 2

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 21 Mei 2024 | 11:35 WIB
Runiti kuatkan hati berangkat menuju Tanah Suci pada Senin 20 Mei 2024. Suaminya meninggal dunia saat di di Gedung Makkah lt. 2. Awalnya, Runiti dan suami akan berangkat haji bersama-sama tahun 2024 ini. (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)
Runiti kuatkan hati berangkat menuju Tanah Suci pada Senin 20 Mei 2024. Suaminya meninggal dunia saat di di Gedung Makkah lt. 2. Awalnya, Runiti dan suami akan berangkat haji bersama-sama tahun 2024 ini. (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)

KALIMANTANSATU.COM - Awalnya, Runiti dan Daryono akan berangkat bersama menunaikan ibadah haji 2024 ke Tanah Suci.

Namun takdir berkata lain. Daryono menghembuskan nafas terakhirnya dalam proses awal perjalanan ke tanah suci.

Pasangan suami istri ini berasal dari Pemalang, tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 32 Embarkasi Solo (SOC 32).

Setelah dikuatkan oleh Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta’in Ahmad, keluarga, dan jemaah SOC-32, Runiti kuatkan hati berangkat menuju Tanah Suci pada Senin 20 Mei 2024.

Baca Juga: Kisah Mbah Harjo Mislan Jamaah Haji Indonesia Tertua 2024 Berusia 110 Tahun. Mantan Veteran Pejuang 1945 yang Pernah Berjuang Perang Melawan Belanda

Dari gedung Muzdalifah Embarkasi Solo, Runiti mengikuti prosesi pemberangkatan haji.

Runiti sudah tampak tegar dan kuat.

Padahal, semalam ia masih meratapi kepergian suaminya.

“Doakan saya tabah dan kuat ya Mbak,” pintanya ketika ditemui jelang pemberangkatan seperti dilansir laman resmi Kemenag RI.

Runiti mengaku sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari perbekalan hingga uang saku.

“Ini suami saya yang menyiapkan uang saku,” ucapnya.

Baca Juga: Kisah Azizah Guru Agama yang Pensiun Dini Karena Syarat Kejepit, Kini Berangkat Haji 2024 Bersama Suaminya

Runiti sudah tak merasa khawatir, karena banyak teman-teman dan kerabat yang tergabung dalam kloter SOC-32 siap untuk mendampingi.

Ketua Kloter SOC-32, Khabibur Rokhman mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan semua jemaah di kloternya, terutama yang satu rombongan dan satu kamar untuk selalu menghibur Runiti.

“Kami, Karu, dan Karom, serta semua jemaah kloter SOC-32 akan selalu berupaya untuk memberikan pendampingan, semangat dan membesarkan hati Ibu Runiti. Agar beliau bisa bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan sebaik-baiknya,” kata Khabib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X