KALIMANTANSATU.COM - Berhaji adalah ibadah spesial yang tidak semua orang bisa melaksanakannya.
Ada persyaratan istithaah (mampu), baik secara materi (finansial) maupun fisik (kesehatan).
Selain istithaah, berhaji itu adalah “panggilan”. Orang yang mampu secara materi maupun fisik belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji mana kala tidak “terpanggil”.
Ada pula yang terlihat tidak mampu secara materi, tapi nyatanya terpanggil.
Rohmat (63 tahun) adalah jemaah haji asal Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.
Kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi umat Islam, khususnya Indonesia.
Rohmat berprofesi sebagai penjual cabe dan terasi.
Dia menjalani usahanya dengan modal hanya lima ribu rupiah.
Jerih payah selama bertahun-tahun jualan cabe dan terasi telah mengantarkan dia berangkat haji tahun ini.
Kuantitas jualannya pun tidak besar.
Hanya berjualan kecil-kecilan di rumahnya.
Hasilnya hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan sangat sederhana.
Namun keterbatasannya itu tidak menjadi aral bagi Rohmat, menguatkan tekad untuk berhaji.
Artikel Terkait
Kisah Jemaah Haji Indonesia Usia 93 Tahun Didampingi Anaknya ke Tanah Suci. Daftar Selisih 6 Tahun, Berangkat Bareng di Tahun 2024
Kisah Mbah Bardan Jemaah Haji Indonesia Usia 92 Tahun. Rindu Mendiang Istri Tercinta, Pernah Berjanji Bersama ke Tanah Suci. Mendaftar Haji Sejak 2013
Kisah Azizah Guru Agama yang Pensiun Dini Karena Syarat Kejepit, Kini Berangkat Haji 2024 Bersama Suaminya
Kisah Haji Indonesia 2024 : Tiga Bersaudara Asal Lampung Selatan Berangkat ke Tanah Suci Bareng. Nabung dari Hasil Bertani, Menunggu Selama 12 Tahun
Kisah Runiti Jemaah Haji Indonesia 2024. Berusaha Tabah, Suami Meninggal Dunia di Salah Satu Kamar Gedung Makkah Lantai 2