Sedikit dari penghasilannya per hari ia sisihkan dan ditabung demi bisa berangkat haji.
Rohmat pun dengan penuh semangat menceritakan kisah hidupnya dari pertama sebagai “bakul” terasi dan cabe.
“Saya menjadi “bakul” terasi secara pasti lupa tahun berapa, yang saya ingat ketika itu modal saya cuma Rp5000 dan hanya naik sepeda untuk “kulakan” ke pasar dan dijual kembali di rumah. Alhamdulillah dagangan saya bertambah sedikit demi sedikit, dan sejak kurang lebih tahun 1997 terbesit dalam hati saya untuk mendaftar haji,” jelasnya saat di wawancara Tim Humas Kemenag RI di Embarkasi Solo, Selasa 27 Mei 2024.
Wal hasil, setelah menabung sedikit demi sedikit kurang lebih selama 15 tahun, maka pada tahun 2012 Rohmat bisa mendaftar haji.
Ia pun mengaku bersyukur, cita-citanya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini terpenuhi.
“Walaupun menunggu puluhan tahun, saya sangat bersyukur akhirnya tahun ini impian saya untuk berangkat haji dapat terwujud,” ungkapnya penuh haru.
Kisah Rohmat ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Jika ada tekad yang kuat, diiringi dengan doa, maka Insya Allah akan terpanggil ke Baitullah.
(*)
Artikel Terkait
Kisah Jemaah Haji Indonesia Usia 93 Tahun Didampingi Anaknya ke Tanah Suci. Daftar Selisih 6 Tahun, Berangkat Bareng di Tahun 2024
Kisah Mbah Bardan Jemaah Haji Indonesia Usia 92 Tahun. Rindu Mendiang Istri Tercinta, Pernah Berjanji Bersama ke Tanah Suci. Mendaftar Haji Sejak 2013
Kisah Azizah Guru Agama yang Pensiun Dini Karena Syarat Kejepit, Kini Berangkat Haji 2024 Bersama Suaminya
Kisah Haji Indonesia 2024 : Tiga Bersaudara Asal Lampung Selatan Berangkat ke Tanah Suci Bareng. Nabung dari Hasil Bertani, Menunggu Selama 12 Tahun
Kisah Runiti Jemaah Haji Indonesia 2024. Berusaha Tabah, Suami Meninggal Dunia di Salah Satu Kamar Gedung Makkah Lantai 2