Kisah Tukang Ojek Naik Haji Bareng Istri ke Tanah Suci. Kerja Siang Malam, Sisihkan Penghasilan Sejak Muda dari Sisa Biaya Hidup dan Sekolah 3 Anak

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 9 Juni 2024 | 09:43 WIB
Suparmin dan Sariyem akhirnya lega. Penantian panjang mereka selama puluhan tahun terbayarkan dengan keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini. (Kalimantansatu.com/Kemenag RI)
Suparmin dan Sariyem akhirnya lega. Penantian panjang mereka selama puluhan tahun terbayarkan dengan keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini. (Kalimantansatu.com/Kemenag RI)

KALIMANTANSATU.COM - Suparmin dan Sariyem akhirnya lega. Penantian panjang mereka selama puluhan tahun terbayarkan dengan keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini.

Pasangan suami isteri lansia asal Kabupaten Sragen ini mengumpulkan Rupiah sejak masih muda.

Awalnya, ia bekerja sebagai tukang tebang tebu selama 5 tahun.

Penghasilannya itu tak cukup untuk makan sehari-hari.

“Waktu itu untuk beli gaplek (makanan dari ketela) saja sulit,” kenang Suparmin ketika ditemui di Embarkasi Solo, Rabu pagi 5 Juni 2024 dilansir laman resmi Kemenag RI.

Merasa hidup sulit, Suparmin berganti profesi sebagai tukang ojek.

Baca Juga: Inspiratif, Tukang Bakso Bakar Naik Haji 2024. Lukman Busro Bocorkan Tips yang Membuka Jalannya untuk Berangkat ke Tanah Suci

Penghasilannya pun bertambah lumayan, cukup untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah ketiga anaknya.

Kendati harus kerja keras mengojek siang dan malam, Suparmin optimis bisa mewujudkan cita-cita ke Tanah Suci.

Sedikit demi sedikit, ia sisakan penghasilannya dan ditabung untuk daftar haji.

“Sebagian penghasilan saya sisihkan untuk daftar naik haji bersama istri,” tutur Suparmin.

Dari ketelatenan menekuni pekerjaannya, Suparmin juga berhasil membeli seekor sapi untuk beternak

Seiring berjalannya waktu, sapi yang dipelihara semakin bertambah menjadi 3 ekor.

Dari menjual 3 ekor sapi tersebut, Suparmin dan istrinya pun segera daftar haji pada tahun 2012.

Baca Juga: Kisah Rohmat Penjual Terasi dan Cabe Menjadi Jemaah Haji Indonesia 2024 Asal Jateng. Di Tengah Keterbatasan Tetap Menabung, Punya Tekad Kuat Naik Haji

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X