Kisah Tukang Ojek Naik Haji Bareng Istri ke Tanah Suci. Kerja Siang Malam, Sisihkan Penghasilan Sejak Muda dari Sisa Biaya Hidup dan Sekolah 3 Anak

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 9 Juni 2024 | 09:43 WIB
Suparmin dan Sariyem akhirnya lega. Penantian panjang mereka selama puluhan tahun terbayarkan dengan keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini. (Kalimantansatu.com/Kemenag RI)
Suparmin dan Sariyem akhirnya lega. Penantian panjang mereka selama puluhan tahun terbayarkan dengan keberangkatan mereka ke Tanah Suci tahun ini. (Kalimantansatu.com/Kemenag RI)

“Waktu itu saya senang sekali, akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk daftar haji bersama istri,” ungkapnya.

Dengan keberkahan mendaftar haji tersebut, pintu rezeki Suparmin pun kian terbuka.

Setelah daftar haji, perlahan ia bisa membeli kios di pasar.

Ia bersama istri berjualan di kios tersebut dan mendapatkan penghasilan yang lumayan.

Hingga pada tahun 2023, meskipun di usia yang lanjut usia, Suparmin yang berusia 75 tahun dan memiliki 11 cucu ini memiliki rezeki dan terpanggil berangkat umrah bersama istri.

“Setahun sebelum jadwal berangkat haji, ndelalah saya ada rezeki, dan saya pakai untuk umrah bersama istri,” ucapnya.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa berangkat menjalankan ibadah haji bersama istri ke Tanah Suci,” lanjut Suparmin haru.

Kerja keras Suparmin rupanya menunjukan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.

Kendati harus memulai perjuangan mengais rezeki sebagai tukang ojek, tidak lantas menghentikan perjuangannya untuk berangkat ibadah haji. 

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X