Tahun lalu, berbagai negara melaporkan 240 kematian jemaah haji selama ibadah haji, terutama di kalangan warga negara Indonesia.
Para jurnalis di Mina, dekat Mekah, mengamati para jamaah yang berusaha mendinginkan tubuh dengan menyiramkan air ke tubuh mereka, dan para sukarelawan membagikan minuman dingin dan es krim.
Meskipun Saudi menganjurkan untuk menggunakan payung, tetap terhidrasi, dan meminimalkan paparan sinar matahari selama jam-jam puncak cuaca panas, banyak ibadah haji yang memerlukan aktivitas luar ruangan yang berkepanjangan, seperti salat di Gunung Arafat.
Laporan dari para peziarah termasuk penampakan mayat tak bergerak dan layanan ambulans yang kewalahan, menggarisbawahi kondisi sulit yang dihadapi para peserta.
Tahun 2024 ini, sekitar 1,8 juta jemaah haji ikut serta dalam ibadah haji, dan 1,6 juta diantaranya datang dari luar negeri, menurut pihak berwenang Saudi.
(*)
Artikel Terkait
Kisah Rohmat Penjual Terasi dan Cabe Menjadi Jemaah Haji Indonesia 2024 Asal Jateng. Di Tengah Keterbatasan Tetap Menabung, Punya Tekad Kuat Naik Haji
Prosedur Cara Pakai Smart Card Haji saat Berangkat ke Arafah. Ingat ! Dilarang Masuk Armuzna Jika Tidak Punya Smart Card Haji
Inspiratif, Tukang Bakso Bakar Naik Haji 2024. Lukman Busro Bocorkan Tips yang Membuka Jalannya untuk Berangkat ke Tanah Suci
Kisah Tukang Ojek Naik Haji Bareng Istri ke Tanah Suci. Kerja Siang Malam, Sisihkan Penghasilan Sejak Muda dari Sisa Biaya Hidup dan Sekolah 3 Anak