Donald Trump Ditembak di Telinga ! Mantan Presiden Amerika Serikat Ini Menjadi Sasaran Percobaan Pembunuhan di Sebuah Rapat Umum di Pennsylvania

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 14 Juli 2024 | 10:56 WIB
Donald Trump memegang telinganya yang terkena tembakan (Kalimantansatu.com/C-SPAN)
Donald Trump memegang telinganya yang terkena tembakan (Kalimantansatu.com/C-SPAN)

Seorang wanita berteriak lebih keras dari yang lain.

Setelah itu, terdengar suara-suara yang mngatakan "penembak jatuh" beberapa kali, sebelum seseorang bertanya "apakah kita siap bergerak?" dan "apakah kita aman?" Kemudian, seseorang memerintahkan, "Ayo bergerak."

Trump terdengar dalam video tersebut mengatakan sedikitnya dua kali, "Biar saya ambil sepatu saya, biar saya ambil sepatu saya," sementara suara lain terdengar mengatakan, "Saya pegang Anda, Tuan."

Trump berdiri beberapa saat kemudian dan terlihat mengulurkan tangan kanannya ke wajahnya. Tampak ada darah di wajahnya.

Ia kemudian mengepalkan tinjunya ke udara dan tampak mengucapkan kata "Lawan" dua kali kepada kerumunan pendukungnya, yang memicu sorak-sorai keras dan kemudian teriakan "USA. USA. USA."

Penonton bersorak saat ia bangkit kembali dan mengepalkan tinjunya.

Iring-iringan mobilnya meninggalkan tempat itu beberapa saat kemudian.

Rekaman video memperlihatkan Trump berbalik ke arah kerumunan dan mengangkat tinjunya tepat sebelum ia dimasukkan ke dalam kendaraan.

Para Saksi Mendengar Beberapa Kali Suara Tembakan dan Merunduk Utuk Berlindung

"Semua orang berlutut atau berbaring tengkurap, karena kita semua tahu, semua orang menyadari fakta bahwa ini adalah tembakan," kata Dave McCormick, kandidat Partai Republik untuk Senat AS di Pennsylvania, yang duduk di sebelah kanan Trump di atas panggung.

Saat melihat Trump mengangkat tinjunya, kata McCormick, dia menoleh ke belakang dan menyadari seseorang telah dipukul saat duduk di bangku penonton di belakang panggung.

Akhirnya, responden pertama berhasil membawa orang yang terluka keluar dari kerumunan besar sehingga ia bisa mendapatkan perawatan medis, kata McCormick.

Reporter yang meliput demonstrasi mendengar lima atau enam tembakan dan banyak yang menunduk mencari perlindungan, bersembunyi di bawah meja.

Setelah dua atau tiga ledakan pertama, orang-orang di kerumunan tampak terkejut, tetapi tidak panik. Seorang reporter AP di tempat kejadian melaporkan suara itu awalnya terdengar seperti petasan atau mungkin mobil yang meledak.

Ketika situasi sudah jelas terkendali dan Trump tidak akan kembali untuk berpidato, para hadirin mulai meninggalkan tempat tersebut. Seorang pria di kursi roda elektrik terjebak di lapangan ketika baterai kursi rodanya mati. Yang lain mencoba membantunya bergerak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: ctvnews.ca

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X