Mantan Setneg RI era Soeharto dan BJ Habibie itu mengungkap, pelanggaran HAM berat adalah genosida atau pembersihan etnis.
Yusril mengklaim Indonesia tidak mengalami tragedi pelanggaran HAM berat dalam satu dekade terakhir.
"Apakah terkait genocide (genosida) atau ethnic cleansing (pembersihan etnis)? Kalau memang dua poin itu yang ditanyakan, memang tidak terjadi pada waktu (tragedi) 1998," ujar Yusril kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Menteri Hukum dan HAM RI itu juga mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri HAM, Natalius Pigai, untuk menelaah lebih lanjut terkait pelanggaran HAM di Indonesia.
"Itu sesuatu yang perlu kita bahas dan kita koordinasikan bersama-sama," tegas Yusril.
"Tapi tentu kita memiliki suatu keyakinan yang teguh di bawah kepemimpinan Prabowo, punya komitmen yang teguh dalam melaksanakan hukum dan keadilan," tambahnya.
Natalius Pigai Minta Tambahan Anggaran
Di lain sisi, Menteri HAM Natalius Pigai menuai sorotan publik usai meminta tambahan anggaran kepada Prabowo untuk kementeriannya di Kabinet Merah Putih.
Pria asal Irian Jaya itu menyebut seharusnya anggaran untuk Kementerian HAM tidak hanya Rp64 miliar, namun Rp20 triliun.
"Anggaran yang ada kan Rp64 miliar ya, anggaran yang dikasih ini mereka berpikir Kementerian HAM hanya mengawasi pekerjaan pemerintah, tidak, Kementerian HAM itu pembangunan hak asasi manusia," tegas Natalius Pigai kepada wartawan di kediaman pribadinya, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Keinginan sang Menteri HAM RI yang ingin anggaran kementeriannya ditambahkan menjadi Rp20 triliun itu untuk kelancaraan dalam pekerjaannya.
"Persiapan saya ini kan orang yang kerja di HAM, jadi nggak sesuatu yang baru bagi saya, itu normal saja semuanya," terang Natalius Pigai.
Aktivis HAM itu juga meyakini dirinya sebagai orang pekerja lapangan HAM, dapat membangun sesuatu yang besar di kementeriannya.
"Dari pribadi saya, pemahaman secara utuh boleh dikatakan sangat sempurna memahami HAM. Artinya, dalam konteks klaster HAM saya paham itu," pungkasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Minta Para Menteri Kurangi Acara Seremonial dan Perjalanan Luar Negeri
Pesan Presiden Prabowo Subianto ke Menteri Kabinet Merah Putih : Copot Pejabat yang Tidak Patuh dan Tidak Kerja Keras daripada Bikin Susah
Tangis Haru dan Doa Warga Bertemu Presiden Prabowo Subianto: Akhirnya Saya Dapat Tandatangan Beliau
Survei LSI Denny JA Ungkap Kepercayaan Publik ke Presiden 83,5%, Pengamat: Rakyat Bersama Prabowo
Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Subianto Kemahkan Para Menteri Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Demokratisasi yang Paling Cepat Dirasakan Rakyat adalah Akses Pendidikan dan Kesehatan
Presiden Prabowo Subianto Imbau Semua Kementerian/Lembaga Segera Eksekusi Makan Bergizi Gratis Secara Tepat Sasaran dan Terukur
Pengamat Politik Nilai Pengarahan Presiden Prabowo Subianto di Rapat Kabinet Merah Putih Perdana Tegas dan Tepat Sasaran
Siswa SD Penerima Makan Bergizi Gratis Titip Surat untuk Prabowo-Gibran, Isinya Doa
Sujud Syukur Asmujiono saat Presiden Prabowo Subianto Dilantik, Kenang Diterima Kopassus Walau Tinggi Badan Tak Cukup