Berkaca dari kasus kekerasan yang terjadi di Papua, Presiden Jokowi juga pernah mengakui pelanggaran HAM berat telah terjadi di berbagai peristiwa di tanah air.
Pernyataan itu usai sang Presiden RI ke-7 itu menerima laporan dari Tim Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM yang Berat (PPHAM) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 11 Januari 2023 silam.
"Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran HAM yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa (di Indonesia)," tegas Jokowi.
Terdapat 12 peristiwa pelanggaran HAM berat yang diakui Jokowi, salah satunya Peristiwa Kerusuhan Mei 1998.
Menyikapi peristiwa itu, ayah dari Wapres RI Gibran Rakabuming Raka itu menegaskan pemerintah akan berupaya memulihkan hak para korban secara adil dan bijaksana.
"Saya dan pemerintah berusaha untuk memulihkan hak-hak para korban secara adil dan bijaksana, tanpa menegasikan penyelesaian yudisial," tandasnya.
Janji Prabowo Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo dalam kampanye Pilpres 2024 lalu, juga pernah mengutarakan janjinya untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM pada masa lalu yang terjadi Indonesia.
Juru Bicara Bidang HAM Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Munafrizal Manan, menyebut janji Prabowo itu terkhusus dalam upaya penyelesaian terhadap pelanggaran HAM di masa lalu.
"Kami akan berikan perhatian untuk upaya penyelesaiannya," tegas Munafrizal Manan dalam diskusi yang digelar Amnesty Internasional di Jakarta Pusat, pada Sabtu, 2 Desember 2023 silam.
Namun, Munafrizal Manan tidak mau mengutarakan sesuatu yang belum tentu bisa dituntaskan, karena hanya akan membuat pihak korban pelanggaran HAM menjadi kecewa.
"Korban juga masih kecewa, jadi kami tidak ingin membuat korban, warganya itu, mengalami luka dua kali. Luka dengan peristiwanya, dan luka dijanjikan tetapi tidak dilaksanakan,"Nterangnya.
Kontroversi Menko Hukum dan HAM Soal Tragedi 98
Belum lama ini, publik menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Kumham), Yusril Ihza Mahendra usai menyebut peristiwa 1998 bukan pelanggaran HAM berat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Minta Para Menteri Kurangi Acara Seremonial dan Perjalanan Luar Negeri
Pesan Presiden Prabowo Subianto ke Menteri Kabinet Merah Putih : Copot Pejabat yang Tidak Patuh dan Tidak Kerja Keras daripada Bikin Susah
Tangis Haru dan Doa Warga Bertemu Presiden Prabowo Subianto: Akhirnya Saya Dapat Tandatangan Beliau
Survei LSI Denny JA Ungkap Kepercayaan Publik ke Presiden 83,5%, Pengamat: Rakyat Bersama Prabowo
Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Subianto Kemahkan Para Menteri Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Demokratisasi yang Paling Cepat Dirasakan Rakyat adalah Akses Pendidikan dan Kesehatan
Presiden Prabowo Subianto Imbau Semua Kementerian/Lembaga Segera Eksekusi Makan Bergizi Gratis Secara Tepat Sasaran dan Terukur
Pengamat Politik Nilai Pengarahan Presiden Prabowo Subianto di Rapat Kabinet Merah Putih Perdana Tegas dan Tepat Sasaran
Siswa SD Penerima Makan Bergizi Gratis Titip Surat untuk Prabowo-Gibran, Isinya Doa
Sujud Syukur Asmujiono saat Presiden Prabowo Subianto Dilantik, Kenang Diterima Kopassus Walau Tinggi Badan Tak Cukup