Namun, diskriminasi ini mulai dihapus setelah runtuhnya Orde Baru.
Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut larangan tersebut, sehingga masyarakat Tionghoa kembali bebas mengekspresikan kebudayaannya, termasuk perayaan Imlek.
Meski demikian, jejak diskriminasi yang terjadi selama puluhan tahun masih meninggalkan bekas di masyarakat.
(*)
Artikel Terkait
Hasil Survei Indikator Politik Terbaru ! Gen Z Mendominasi jadi Kalangan Paling Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo Subianto
Rilis Hasil Survei Indikator Politik Terbaru ! Mayoritas Warga Puas dan Dukung Makan Bergizi Gratis
Bangkok Zona Merah ! Dampak Polusi Udara Ekstrem, Thailand Gratiskan Transportasi Umum
Terungkap ! Begini Cara Polisi Bisa Menemukan Potongan Jasad Korban Mutilasi Uswatun Khasanah di 3 Kota Berbeda
Pesan untuk Fans Kecil Timnas Indonesia yang Idolakan Mantan Pelatih Shin Tae-yong: Jangan Menangis Lagi, Ya!
Melihat Geliat Ketum PSSI Erick Thohir Mampir ke Belanda, dari Momen Pertemuan dengan KNVB hingga Berjumpa Thom Haye cs
Ketika Belalang akan Jadi Salah Satu Menu Alternatif dalam Makan Bergizi Gratis, Amankah Dikonsumsi Anak ?
VIRAL Belum Sehari ! Medali Jonatan Christie Rusak, Ini Tanggapan Panitia Indonesia Masters
Viral Sopir Kena Apes di Lampung ! Mobilnya Terguling, Warga Malah Sibuk Menjarah Durian yang Berhamburan di Jalan
Fren, Cek Perbedaan Aturan Sistem Zonasi yang Akan Segera Diganti dengan PPDB Domisili