Kilas Balik Eks Mendikti Saintek Satryo Soemantri Kena Reshuffle Prabowo, Pernah Ingin Cetak Jiwa Kritis Generasi Muda hingga Kena Geruduk ASN

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Kamis, 20 Februari 2025 | 22:48 WIB
Satryo Soemantri saat Expo “Vokasi Berinovasi”, di Gedung D Kemdiktisaintek, Senin 16 Desember 2024. (instagram)
Satryo Soemantri saat Expo “Vokasi Berinovasi”, di Gedung D Kemdiktisaintek, Senin 16 Desember 2024. (instagram)

KALIMANTANSATU.COM - Sedang hangat diperbincangkan publik Tanah Air terkait Presiden Prabowo Subianto yang melakukan pergantian menteri Kabinet atau reshuffle, pada Rabu, 19 Februari 2025.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah menteri pertama yang terkena reshuffle ini.

Eks Mendikti Saintek itu digantikan oleh Brian Yuliarto yang juga dikenal sebagai Guru Besar ITB.

Hal itu berdasarkan Keppres nomor XXVIP tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029.

"Saya bersumpah akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti kepada bangsa dan negara," begitu sumpah Brian sebagai Mendikti Saintek RI yang baru menggantikan Satryo Brodjonegoro di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 19 Februari 2025.

Baca Juga: Satryo Soemantri Brodjonegoro Kena Reshuffle Prabowo Subianto, Ternyata Eks Mendikti Saintek Itu Pernah Diamuk Ratusan Pegawai ASN

Berkaca dari hal itu, terdapat kilas balik perjalanan Eks Mendikti Saintek Satryo yang pernah menjadi buah bibir masyarakat Tanah Air. Berikut di antaranya.

Janji Cetak Generasi Muda yang Berjiwa Kritis

Mengintip perjalanan selama menjadi Mendikti Saintek sejak Oktober 2024 hingga Februari 2025, Satryo pernah melempar pernyataan menarik di hadapan publik Tanah Air.

Satryo pernah berjanji untuk mencetak generasi muda Tanah Air memiliki jiwa yang kritis dalam berpikir.

Eks Mendikti Saintek itu menilai, berpikir kritis (critical thinking) perlu dimiliki generasi muda untuk dapat bertahan di masa mendatang.

"Kita harus mentransformasikan metodologi pendidikan kita, dan harus membuat anak-anak kita semua punya critical thinking," ujar Satryo usai serah terima jabatan di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, pada 21 Oktober 2024 lalu.

"Kalau tidak, kita tidak bisa survive di masa depan," lanjutnya.

Baca Juga: Gas LPG 3 Kg Dijual Hingga Rp30.000 di Pasaran, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia : Saya Tidak Rela

Pernah Digeruduk Pegawai ASN di Kantor Kemdikti Saintek

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X