Tok ! Tarif Resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump Berlaku Hari Ini, Termasuk Aturan Impor 104 Persen ke China

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 9 April 2025 | 15:42 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Kalimantansatu.com/Dok. IG @realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Kalimantansatu.com/Dok. IG @realdonaldtrump)

KALIMANTANSATU.COM - Tarif balasan atau resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mulai berlaku hari ini, pada Rabu, 9 April 2025.

Dilansir dari Reuters, kebijakan ini diberlakukan untuk 185 negara termasuk aturan impor 104 persen untuk produk China ke AS.

Indonesia juga tidak luput dari penerapan kebijakan tarif resiprokal sebesar 32 persen dari yang biasanya 10 persen per Selasa, 9 April 2025.

Sebelumnya, China yang merupakan rival AS dalam berbagai hal, termasuk perdagangan meminta Negeri Paman Sam mencabut tindakan tarif tersebut dan mengancam akan memberikan tindakan balasan.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Pastikan Defisit ABPN Tidak Jebol: Jangan Khawatir

Terkini, tarif resiprokal tetap berjalan meski Trump masih dalam proses perundingan dengan beberapa negara.

Berkaca dari hal itu, tarif yang dijatuhkan Trump telah mengguncang tatanan perdagangan global yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan resesi dan mendorong saham-saham di seluruh dunia yang tergolong mengalami penurunan tajam.

Trump telah memberikan sinyal beragam kepada investor tentang apakah tarif akan tetap berlaku dalam jangka panjang, menggambarkannya seolah kebijakan itu permanen.

Di sisi lain, Presiden AS itu mengklaim pihaknya telah menekan para pemimpin negara lain untuk bernegosiasi.

"Kami memiliki banyak negara yang ingin membuat kesepakatan," kata Trump di Gedung Putih, AS, pada Selasa, 8 April 2025.

Baca Juga: Kata Presiden Prabowo Subianto Soal Gejolak Ekonomi RI: Komunikasi Kurang, Saya Bertanggung Jawab

Trump juga mengatakan pada acara berikutnya, dirinya berharap China juga akan menempuh proses negosiasi.

Adapun, AS telah menjadwalkan pembicaraan dengan Korea Selatan dan Jepang, dua sekutu dekat dan mitra dagang utama, serta Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni yang akan menuju AS pada pekan depan.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X