Gaungkan Literasi Keuangan di Hari Pendidikan Nasional 2025, IFG Gencar Tingkatkan Wawasan Mahasiswa di 13 Universitas Ternama Indonesia

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 12:42 WIB
Logo Indonesia Financial Group (IFG). Dahulu, IFG bernama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia. (Kalimantansatu.com)
Logo Indonesia Financial Group (IFG). Dahulu, IFG bernama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia. (Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM - Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2025, Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan literasi dan wawasan masyarakat, terutama di bidang keuangan.

IFG meyakini bahwa literasi keuangan merupakan bagian penting dari pendidikan seseorang.

Dalam upaya ini, IFG melalui lembaga think tank, IFG Progress, terus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami pentingnya literasi keuangan, terlebih di sektor non-bank seperti asuransi dan penjaminan.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia menunjukkan tren positif.

Kelompok usia 18-25 tahun mencatat tingkat literasi sebesar 70,19 persen, kelompok usia 26-35 tahun sebesar 74,82 persen, dan usia 36-50 tahun sebesar 71,72 persen.

Baca Juga: Momen Hari Buruh 2025, IFG Dukung Work-Life Balance Karyawan Lewat Fasilitas Day Care

Meski demikian, IFG melihat bahwa pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan non-bank termasuk asuransi masih perlu ditingkatkan.

Hasil survei IFG Progress juga melaksanakan Insurance Literacy Survey selama periode 2022-2023, yang menyasar 1.263 responden usia 18-25 tahun dari sembilan universitas di berbagai wilayah Indonesia, dengan 49,6% berasal dari Pulau Jawa dan 50,4% dari luar Jawa menunjukan tingkat pengetahuan dan kepemilikan terhadap produk asuransi masih tergolong rendah.

Hanya 33% responden yang mengetahui produk asuransi, dan hanya 8% yang telah memilikinya.

Oleh karena itu, salah satu bentuk nyata kontribusi IFG dalam mendukung literasi keuangan adalah melalui program Campus Visit IFG Progress yang telah menjangkau 13 universitas di Indonesia, dengan total partisipasi mahasiswa mencapai 1.500 orang.

Baca Juga: Menjadi Sponsor, IFG Dukung Kreativitas Jurnalis Foto Melalui Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2025 di Solo

Program ini dirancang untuk mengenalkan manajemen keuangan pribadi dan pemahaman risiko keuangan secara lebih mendalam kepada kalangan muda.

“Mahasiswa sebagai generasi muda ini harus paham bagaimana caranya mengelola uang beserta dengan risiko-risikonya, apalagi sekarang ini marak instrumen keuangan digital,” kata Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.

“IFG selalu berkomitmen untuk menjadi bagian dalam membantu OJK melakukan literasi keuangan pada generasi muda ini,” tambahnya.

Dari hasil survei IFG Progress tersebut, mayoritas responden memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait produk keuangan konvensional, seperti tabungan dan emas, serta produk investasi, termasuk saham, reksa dana, dan obligasi. Dari segi kepemilikan, sebagian besar mahasiswa memiliki produk keuangan konvensional, terutama tabungan, emas, dan saham.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X