Pastikan Tak Ada WNI Terlantar, Pemerintah Indonesia Telah Fasilitasi 2.999 Evakuasi dan Repatriasi di Timur Tengah

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 30 April 2026 | 21:12 WIB
Ilustrasi bendera merah putih Indonesia  (Pixabay/jorono)
Ilustrasi bendera merah putih Indonesia (Pixabay/jorono)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi bahwa sebanyak 2.999 warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Teluk telah difasilitasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa fasilitasi tersebut mencakup evakuasi dan repatriasi mandiri.

Dengan demikian, per 29 April 2026, tidak ada lagi WNI yang terlantar di wilayah terdampak.

“Sebanyak 2.999 WNI telah difasilitasi, baik untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri, termasuk personel TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL,” ujar Heni dalam konferensi pers, Selasa (30/4/2026).

Baca Juga: Polisi Arab Saudi Tangkap 3 WNI Diduga Terlibat Penipuan Penawaran Haji Ilegal, Sampai Ada Imbauan Taat Aturan Kerajaan

Heni menambahkan, pemerintah telah memastikan bahwa akomodasi serta proses kepulangan WNI ke tanah air berjalan aman melalui koordinasi terpadu antara Kemlu, perwakilan RI, maskapai penerbangan, serta pihak terkait lainnya.

Ia juga menyebut bahwa secara umum WNI di kawasan Timur Tengah terpantau dalam kondisi aman, seiring situasi yang mulai kondusif di wilayah tersebut.

Menurutnya, kondisi di negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab berangsur stabil.

Hal ini ditandai dengan dibukanya kembali penerbangan secara bertahap serta tidak adanya laporan serangan rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Kunjungi UMKM Pulau Rinca NTT, Menteri Maman Abdurahman Tegaskan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Lewat PNM Untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Kendati demikian, para WNI tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan RI terdekat.

“Dalam situasi darurat, para WNI diimbau untuk segera menghubungi hotline perwakilan terdekat maupun hotline pelindungan WNI di pusat,” kata Heni.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X