Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengatakan pertemuan di Malaysia ini akan dimediasi oleh pemimpin Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim juga diselenggarakan dengan partisipasi China sebagai sekutu perdagangan dan politik utama.
“Tujuan pertemuan ini adalah untuk mencapai gencatan senjata segera yang diprakarsai oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh kedua perdana menteri Kamboja dan Thailand,” kata Hun Manet, masih dilansir dari Malay Mail.
Setidaknya ada 35 orang tewas dan lebih dari 200.000 orang mengungsi sejak Kamis, 24 Juli 2025 lalu seiring kedua negara memperebutkan beberapa kuil kuno di wilayah perbatasan tersebut.
(*)
Artikel Terkait
Ngaku Gabung KKB Papua Sejak 2022, Wanggol Sobolim Terlibat Dua Tindak Pidana Berat di Yahukimo. Apa Hasil Interogasi Satgas OPS Damai Cartenz ?
Luka Parah ! Tukang Ojek Dianiaya 3 Orang Tidak Dikenal di Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah
Target Menang 90 Menit di Final AFF U23 2025 vs Vietnam, Gerald Vanenburg Pamer Timnas Indonesia Tak akan Latihan Penalti
Penyebab Badai Eks Kerispatih Melayangkan Somasi ke Label Musik PT Halo Entertainment Indonesia
Polisi Amankan 9 Terduga Pelaku Perusakan Rumah Doa di Padang Sumatera Barat
Viral Bule Sebut Pegawai SPBU Tidak Takut Dirampok Meski Pegang Uang Gepokan, Bikin Netizen Bingung Jelasinnya
Singgung Polemik Ijazah Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan Bilang Tak Relevan Dibicarakan oleh Seorang Intelektual
Lagi Viral Modus Chat Pertama Justin Hubner yang Terbukti Sukses Luluhkan Hati Jennifer Coppen Ibunya Kamari
Ternyata Bukan Evan DC, Ini Sosok Tamu Spesial yang Disebut Ria Ricis di Acara Ultah Moana
Viral Rumah Warga di Pasuruan Terimbas Parkir Liar Penonton Sound Horeg, Panik usai Jalur ke Luar Ditutup