Meski dari pihak PAN telah membantah dan mengklaim surat yang beredar adalah palsu ketika isu ini viral, Sri Radjasa memiliki pandangan lain.
"Jelas-jelas mereka mendapatkan kuota, karena ketika surat dari DPD partainya menteri desa mencuat, saya tidak yakin," terang Sri Radjasa.
"Karena kebijakan pemutusan kontrak itu ternyata tidak berlaku, dan mereka-mereka yang ikut caleg 2024 dari partai itu, tetap tidak diputus kontraknya," imbuhnya.
Sri Radjasa: Jangan Sampai 35.000 Pendamping Desa Jadi Korban
Sri Radjasa menyerukan agar persoalan skandal pemutusan pendamping desa ini, harus didengar oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Ia menduga adanya penyelewengan kekuasaan dalam kebijakan pendamping desa yang diterapkan Menteri Yandri.
“Jangan sampai 35.000 pendamping desa ini menjadi korban kebijakan sepihak. Kalau tidak dihentikan, saya akan terus berupaya sampai Presiden untuk memecat Yandri Susanto,” tegas Sri Radjasa.
Di sisi lain, Sri Radjasa menilai persoalan ini berpotensi masuk kategori korupsi kebijakan karena merusak sistem dan keadilan.
“Ini bukan akhir. Saya akan terus bersuara sampai persoalan ini benar-benar diselesaikan,” pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Marak Kasus Keracunan, Kemenkes Ikut Kencang Awasi Pelaksanaan MBG ! Bagaimana Strateginya ?
Kenapa BBM Masih Kosong di SPBU Swasta ? Padahal Ada Kesepakatan dengan Pertamina dan Kargo Sudah Tiba
Evaluasi Program MBG ! Ketua Banggar DPR Anggap SPPG Kewalahan hingga Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur
Soal Target 3 Juta Rumah, Presiden Prabowo Subianto : Perumahan Layak adalah Hak Rakyat dan Pendorong Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto Pastikan MBG Jalan Terus, Semua Dapur Dilengkapi Sterilisasi dan Test Kit Sebelum Makanan Dikirim
Realisasi Pembangunan Rumah Subsidi MBR Melewati Target 25 Ribu ! Presiden Prabowo Subianto Ingin Program 3 Juta Rumah Tercapai
Ini 8 Terobosan Prabowo Subianto agar Masyarakat Bisa Punya Rumah, Biaya yang Dulu Bayar Kini Gratis
Wartawan Diduga Jadi Korban Penganiayaan oleh Oknum Pegawai SPPG saat Liputan Keracunan MBG di Pasar Rebo
Gaduh Program MBG Berlanjut ! Dapur SPPG Panakkukang Ditutup karena Harga Menu Jadi Rp6.500 per Porsi, Kok Bisa ?
Menyoroti Gebrakan Menkeu Purbaya ke BUMN ! Dari Janji Lunasi Tunggakan Rp55 T Hingga Sidak Keliling Bank. Apakah Setuju Subsidi-Kompensasi Penting ?