Angka IMDI 2025 Naik ke 44,53 ! Melalui Transformasi Digital, Pemprov Kalsel Bawa Misi UMKM dan Inklusi Ekonomi Digital Daerah Meningkat

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:18 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI), Meutya Hafid, dalam acara peluncuran laporan IMDI 2025 di Ganara Art Space fX Sudirman, Jakarta, Kamis (2/10/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Komdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI), Meutya Hafid, dalam acara peluncuran laporan IMDI 2025 di Ganara Art Space fX Sudirman, Jakarta, Kamis (2/10/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Komdigi)

IMDI dapat memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi masyarakat digital berbasis kewilayahan di seluruh Indonesia

Pada 2022 skor nasional tercatat sebesar 37,80, IMDI terus menunjukkan tren positif. Di 2023, skor melonjak signifikan menjadi 43,18, menandai adanya dampak nyata dari perluasan program literasi digital di berbagai wilayah. Pada 2024 skor naik menjadi 43,34, sebuah sinyal bahwa literasi digital makin membaik.

Beri Penghargaan

Pada kesempatan yang sama, Menkomdigi didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber daya Manusia (BPSDM) Komdigi, Kementerian Komdigi, Boni Pudjianto, juga memberikan penghargaan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dengan pencapaian tertinggi per wilayah. 

Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan juga Banjarmasin yang menjadi pusat ekonomi Kalimantan Selatan dengan basis UMKM yang sangat kuat menjadi bukti nyata bagaimana transformasi digital penting untuk inklusi ekonomi digital daerah.

“IMDI 2025 dapat memberikan gambaran kondisi masyarakat digital Kalimantan Selatan dan dapat dijadikan acuan untuk program-program Pemda, terutama seperti Pemda Kalimantan Selatan,” ungkap Boni Pudjianto.

Selain Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kota Bontang dan Kota Tarakan berhasil meraih skor IMDI tertinggi untuk wilayah Indonesia Bagian Tengah. Sementara di wilayah Indonesia Barat, Pemkot Bandung memimpin diikuti oleh Malang dan Jakarta Barat. Untuk wilayah Indonesia Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ternate, dan Kabupaten Sorong mencatatkan skor tertinggi.

Boni Pudjianto juga memaparkan bahwa nilai nasional merupakan rata-rata dari nilai provinsi, yang bersumber dari rata-rata nilai kabupaten/kota.

Dari keempat pilar, infrastruktur dan ekosistem mencatat skor tertinggi (53,06), sementara pilar pemberdayaan masih menempati posisi terendah (34,32), mengisyaratkan area yang perlu mendapat perhatian lebih.

Kehadiran IMDI pada akhirnya menjadi pondasi kokoh bagi perumusan kebijakan berbasis bukti, memastikan setiap langkah transformasi digital Indonesia selaras dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. 

Informasi lengkap mengenai IMDI 2025 dapat diakses oleh publik melalui situs imdi.sdmdigital.id yang dikelola oleh Pusat Pengembangan Ekosistem SDM Komunikasi dan Digital, BPSDM Komdigi, Kemkomdigi.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X