Ultimatum Prabowo Subianto untuk Menteri hingga Birokrat yang Suka Mark-Up ! Stop Main Anggaran, Negara Butuh Setiap Rupiah

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 29 November 2025 | 11:09 WIB
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden ke-8 RI itu memberi contoh bahwa barang dengan harga asli Rp1 juta bisa dinaikkan berpuluh kali lipat melalui permainan oknum tertentu.

“Barang harganya Rp1 juta, dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” tegasnya.

Tekankan Pentingnya Setiap Rupiah untuk Kepentingan Publik

Prabowo menegaskan bahwa negara membutuhkan efisiensi anggaran, terutama karena dana publik harus dialokasikan sepenuhnya untuk sektor yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat, seperti pendidikan dan kesejahteraan guru.

Ia mengingatkan bahwa korupsi menyebabkan negara kehilangan kesempatan untuk meningkatkan fasilitas sekolah hingga memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

“Kita butuh setiap Rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, perbaikan sekolah,” tutur Prabowo.

Di akhir pidatonya, Presiden kembali mempertegas sikap antikorupsi pemerintah dengan pesan langsung yang tertuju kepada seluruh penyelenggara negara.

“Jangan mencuri uang rakyat!” tegasnya.

Baca Juga: Tak Mau Anak-anak Pertaruhkan Nyawa untuk Pergi Sekolah, Presiden Prabowo Subianto Bentuk Satgas Darurat Jembatan untuk Siswa Pelosok

Penegasan Politik Anggaran Pemerintahan Prabowo

Pernyataan Presiden Prabowo kali ini menambah daftar pesan keras yang sebelumnya juga pernah ia sampaikan terkait reformasi tata kelola anggaran.

Pidato ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah berencana meningkatkan penegakan hukum dan sistem pengawasan.

Prabowo menutup pidatonya dengan kembali menekankan tujuan utama pemerintah, memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar kembali kepada rakyat, bukan bocor ke tangan para pelaku korupsi.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X