Jumlah Update Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera: 753 Meninggal Dunia, 650 Jiwa Dilaporkan Masih Hilang, 576 Ribu Warga Mengungsi

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 3 Desember 2025 | 12:04 WIB
Foto Ilustrasi - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data terkini soal korban yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu, 3 Desember 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. BNPB)
Foto Ilustrasi - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data terkini soal korban yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu, 3 Desember 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. BNPB)

KALIMANTANSATU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data terkini soal korban yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu, 3 Desember 2025.

BNPB mengungkapkan, korban meninggal dunia mencapai 753 jiwa hingga korban yang terluka akibat bencana ini mencapai 2.600 jiwa.

Data tersebut dilihat di website resmi BNPB pukul 09.00 WIB, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Tertulis, jumlah korban meninggal 753 jiwa, kemudian orang hilang sebanyak 650 jiwa, dan korban terluka sebanyak 2.600 jiwa.

Sebanyak 576.300 orang tercatat mengungsi. Jumlah pengungsi ini tersebar di Sumut, Aceh, dan Sumbar.

Baca Juga: Telkomsel Siaga Peduli : Ini Kode Rahasia Internet, Telepon hingga SMS Gratis untuk Korban Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

Berkaca dari hal itu, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul kini mengungkapkan pihaknya telah menyalurkan bantuan senilai Rp25 miliar untuk para korban.

"Untuk keseluruhan sudah kira-kira mencapai sekitar Rp25 miliar," kata Gus Ipul dalam keterangan resminya, pada Rabu, 3 Desember 2025.

"Dalam bentuk natura maupun juga dalam bentuk-bentuk lain yang dipergunakan untuk keperluan dapur umum," sambungnya.

Bahan Baku untuk Dapur Umum hingga SDM

Gus Ipul menjelaskan, anggaran tersebut mencakup kebutuhan bahan baku dapur umum hingga pembiayaan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas di lapangan.

"Ya dapur umum itu ada belanja-belanja bahan bakunya, tapi juga ada pembiayaan untuk SDM-nya," terangnya.

"Jadi semuanya itu kita coba terus bisa cukupi," imbuh Gus Ipul.

Baca Juga: WALHI Sumut Tuding Tujuh Perusahaan Diduga Jadi Pemicu Bencana Ekologis Terburuk di Tapanuli dan Sekitarnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X