KALIMANTANSATU.COM, ACEH TENGAH – Pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, menunjukkan progres signifikan hingga Selasa (24/2/2026).
Capaian fisik telah mencapai 57,01 persen dan terus dikebut agar segera rampung.
Jembatan ini dibangun sebagai solusi atas terputusnya akses transportasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Nantinya, jembatan akan menghubungkan Desa Kala Ketol, Burlah, Kekuyang, Buge Ara, hingga Bintang Pepara, sekaligus menjadi jalur vital bagi aktivitas pertanian, pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi hasil bumi masyarakat.
Pengerjaan dilaksanakan TNI AD melalui personel gabungan Koramil 09/Ketol Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/Dharma Kersaka, serta Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), dengan dukungan gotong royong masyarakat setempat.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pengelasan hanger dan klem hanger, pemasangan hanger, serta pemasangan dan pengelasan gelagar lantai—tahapan krusial yang menentukan kekuatan dan kestabilan struktur jembatan.
Seluruh proses dilakukan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja.
Material utama seperti semen, pasir, batu split, besi, sling baja, tiang pylon, dan plat baja telah tersedia di lokasi.
Baca Juga: Tradisi Peusejuek Menandai Tuntasnya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh di Aceh Utara
Optimalisasi personel dan pengaturan waktu kerja terus dilakukan guna memastikan penyelesaian tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.
Abdul Manaf (52), warga Desa Burlah, menyampaikan harapannya agar jembatan segera selesai.
“Selama ini kalau mau ke desa sebelah atau membawa hasil panen, kami harus memutar cukup jauh dan memakan waktu lama. Dengan adanya jembatan gantung ini nanti, perjalanan tentu lebih cepat dan aman. Kami sangat berharap jembatan ini segera selesai karena manfaatnya sangat besar bagi kami,” ungkapnya.
Dengan progres yang telah melampaui setengah target, pembangunan jembatan gantung Desa Burlah menjadi wujud komitmen TNI dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana serta memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh Tengah.
Artikel Terkait
Tak Mau Anak-anak Pertaruhkan Nyawa untuk Pergi Sekolah, Presiden Prabowo Subianto Bentuk Satgas Darurat Jembatan untuk Siswa Pelosok
15 Jembatan Perintis Dibangun oleh TNI, Desa-desa Terisolasi di Aceh Kembali Terbuka
Kini Kembali Bersih Pascabencana Lewat Bantuan TNI, Anak-anak di Tapanuli Sekolah Lagi
Terus Hadir untuk Rakyat, TNI AD Pulihkan SD dan TK Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Tapanuli Selatan
Kini Jembatan Apung Penghubung Desa Sawang di Aceh Utara yang Dibangun TNI Hampir Jadi, Masyarakat Tak Perlu Naik Getek dan Bayar Rp20 Ribu Lagi
Bertemu Kadispenad, Promedia Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD
Kodim 0106/Aceh Tengah Kebut Pembuatan Jembatan Gantung Desa Burlah, Progres Sudah 56,6 Persen
Jembatan Gantung Perintis Sei Kanan Labuhanbatu Selatan Tuntas Diperbaiki TNI AD, Sekarang Mobilitas Warga Kembali Normal
Pulihkan Akses Masyarakat ! Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan Rampungkan Perbaikan Jembatan Beton Titik VI di Hutanabolon Tapanuli Tengah
Tradisi Peusejuek Menandai Tuntasnya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh di Aceh Utara
Kodam II/Sriwijaya Bangun 3 Jembatan Gantung di OKI dan OKU, Wujud Nyata Komitmen TNI AD Dukung Pembangunan Infrastruktur di Daerah