Petani NTT Ucap Syukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat Program MBG

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:42 WIB
Petani NTT Ucap Syukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat Program MBG (Kalimantansatu.com/Dok. IST)
Petani NTT Ucap Syukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat Program MBG (Kalimantansatu.com/Dok. IST)

Gili berharap program MBG bisa terus berjalan. Selain meningkatkan gizi penerima manfaat, terutama siswa sekolah, MBG ini juga berkah tersendiri bagi para petani.

Pengalaman serupa juga datang dari Mikael Jehudu, Ketua Kelompok Tani Harapan Baru Kelurahan Wali. Dia berani menanam berbagai jenis tanaman agar bisa terserap dapur MBG.

Tanaman yang menjadi andalannya adalah daun bawang, terung, dan mentimun. Khusus mentimun, dia punya pengalaman menarik.

Baca Juga: Kisah Nur dan Kejutan MBG untuk Ayah di Sigi: Ketika Cemas Berujung Tangis Haru

Mikael bercerita, sebelum ada MBG, mentimun jenis baru yang dia tanam hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram, paling baik Rp 1.500 per kilogram.

“Kalau di pasar umum, beberapa bulan lalu, besar-besar begini saya punya, hanya (dihargai) seribu,” kenang Mikael.

Kini, harga mentimunnya bahkan naik hingga 10 kali lipat. Dapur MBG mau menyerap semua hasil tanamannya. “Jadinya per kilogram Rp 10 ribu (bahkan) Rp 12 ribu,” kata dia.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X