KALIMANTANSATU.COM - Untuk kamu yang mencari informasi tentang aksi Kamisan itu apa, silakan baca artikel ini hingga tuntas.
Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi kerapkali tak diusut secara tuntas oleh Pemerintah Indonesia.
Namun, isu-isu HAM seringkali dijadikan komoditas politik kelompok tertentu untuk mendulang suara saat Pemilihan Umum (Pemilu).
Berangkat dari kenyataan itu, muncul gerakan-gerakan menuntut kasus HAM agar diusut tuntas.
Gerakan ini terorganisir di seluruh Indonesia.
Salah satu gerakan itu adalah Aksi Kamisan.
Sejak digaungkan 2007 silam, tak terasa sudah 17 Tahun Aksi Kamisan pada Kamis 18 Januari 2024.
Gerakan ini menjadi salah bentuk upaya perlawanan tanpa kekerasan cara bagaimana manusia menjelaskan kepada dunia bahwa cinta dan kasih dapat menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap penindas.
Salah satu contoh kongkrit adalah yang telah dilakukan oleh Mahatma Gandhi untuk memerdekakan India tanpa senjata.
Dilansir laman BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Aksi Kamisan adalah aksi damai yang dimulai sejak 18 Januari 2007 tergabung dari para korban maupun keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia.
Mereka terdiri dari korban 65’, korban Tragedi Trisakti dan Semanggi ’98, korban tragedi Rumpin, dan korban pelanggaran HAM lainnya.
Aksi ini dilaksanakan setiap hari Kamis pukul 16.00 hingga 17.00 didepan Istana Presiden, mereka berdiri, berdiam, berpakaian hitam, dan berpayung hitam bertuliskan berbagai kasus pelanggaran HAM.
Mereka juga mengirimkan surat untuk Presiden, menggelar spanduk, foto korban, dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan.