reginternasional

Aksi Kamisan itu Apa ? Gerakan Menuntut Pemerintah Usut Kasus Pelanggaran HAM, 18 Januari 2024 Adalah 17 Tahun Aksi Kamisan

Rabu, 17 Januari 2024 | 19:38 WIB
17 Tahun Aksi Kamisan pada Kamis 18 Januari 2024 (Kalimantansatu.com/X @amnestyindo)

Hitam dipilih sebagai lambang keteguhan duka cita mereka yang berubah menjadi cinta kasih kepada para korban dan sesama, payung sebagai lambang perlindungan, dan Istana Presiden sebagai lambang kekuasaan.

Baca Juga: Apa itu Separatisme ? Ketahui Motivasi Dibalik Gerakan Separatisme dan Contoh Separatisme yang Pernah Terjadi di Dunia

Perdana 18 Januari 2007

Hari Kamis, 18 Januari 2007 adalah hari pertama berlangsungnya Aksi Diam.

Disadari bahwa negara sengaja mengabaikan terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM, maka dengan melakukan “Aksi Kamisan” atau yang dikenal juga dengan sebutan “Aksi Payung Hitam” adalah merupakan upaya untuk bertahan dalam memperjuangkan mengungkap kebenaran, mencari keadilan, dan melawan lupa.

Di samping itu dengan selalu melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI, merupakan pendidikan politik bagi para pemimpin bangsa.

Diam dan berdiri sebagai pilihan, karena “diam” tidaklah berarti telah kehilangan hak-hak sebagai warganegara, dan “berdiri” melambangkan bahwa korban ataupun keluarga korban pelanggaran HAM adalah warga negara yang tetap mampu berdiri untuk menunjukkan bahwa punya hak sebagai warga di bumi pertiwi Indonesia dan sadar bahwa hak itu tidak gratis bisa didapat, terlebih ketika pemerintah tidak mau peduli.

Diam, juga untuk menunjukkan diri sebagai bukan perusuh, bukan warganegara yang susah diatur dan juga bukan warganegara yang membuat bising telinga, tetapi tetap menuntut pemerintah untuk tidak diam.

Pada prinsipnya, gerakan seperti Aksi Kamisan merupakan sebuah metodelogi bagi gerakan rakyat Indonesia.

Belasan tahun berhadapan dengan Istana Negara, sesungguhnya banyak pengujian terhadap kesabaran hati dan harapan atas keadilan.

Negara sampai saat ini masih takut dalam menuntaskan berbagai kasus yang disebutkan di atas.

Secara akal sehat, negara hanya pandai berjanji pada setiap kesempatan, faktualnya semua  omongkosong belaka.

(Tim Kalimantan Satu 02)

Halaman:

Tags

Terkini