KALIMANTANSATU.COM, ARAB SAUDI - Lebih dari 550 jamaah haji kehilangan nyawa karena suhu yang sangat panas.
Berita tersebut dikonfirmasi oleh para diplomat pada hari Selasa 18 Juni 2024, menyoroti kondisi ibadah haji yang penuh tantangan.
Menurut pusat meteorologi nasional Saudi, suhu di Masjidil Haram di Mekkah mencapai 51,8 derajat Celcius (125 derajat Fahrenheit) pada hari Senin 17 Juni 2024.
Sejumlah besar korban meninggal, yaitu 323 warga Mesir, meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan suhu panas, menurut diplomat Arab.
Angka 550 kematian dilaporkan dari kamar mayat rumah sakit di lingkungan Al-Muaisem di Mekkah, yang menggarisbawahi jumlah korban akibat kondisi cuaca ekstrem yang menimpa jamaah haji.
Yordania juga mencatat peningkatan jumlah kematian, dengan sedikitnya 60 kematian dilaporkan, melampaui jumlah resmi sebelumnya yaitu 41 kematian.
Secara total, kematian yang dilaporkan dari berbagai negara kini telah mencapai 577, berdasarkan penghitungan AFP berdasarkan laporan diplomatik.
Kamar mayat Al-Muaisem sendiri menyumbang 550 korban jiwa, menjadikannya salah satu sumber data kematian jamaah haji terbesar selama ibadah haji tahun ini.
Perubahan Iklim
Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, mengamanatkan bahwa semua umat Islam yang mampu melakukan ibadah haji setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka.
Perubahan iklim semakin mempengaruhi ibadah haji, dengan sebuah penelitian di Saudi baru-baru ini mencatat kenaikan suhu sebesar 0,4 derajat Celcius per dekade di area tempat ibadah haji dilakukan.
Pada hari Senin 17 Juni 2024, suhu melonjak hingga 51,8 derajat Celcius (125 Fahrenheit) di Masjidil Haram di Mekah, menurut pusat metrologi nasional Saudi, memperburuk kondisi para jamaah.
Kementerian luar negeri Mesir menyatakan sebelumnya pada hari Selasa 18 Juni 2024, bahwa mereka bekerja sama dengan pihak berwenang Saudi dalam menemukan warga Mesir yang hilang, dan juga mengakui sejumlah kematian tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Para pejabat Saudi telah melaporkan merawat lebih dari 2.000 jemaah haji yang mengalami stres akibat cuaca panas, meskipun informasi terbaru mengenai korban jiwa belum diberikan sejak Minggu 16 Juni 2024.