reginternasional

Viral Temuan Kejati Soal Kasus Korupsi Disbud Jakarta: Kadis Dinonaktifkan hingga Dugaan Uang Korupsi Senilai Rp150 Miliar

Jumat, 20 Desember 2024 | 07:09 WIB
Ilustrasi kasus korupsi yang diungkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta usai melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kebudayaan Jakarta. (Kalimantansatu.com/Dok. Unsplash Mufid Majnun)

KALIMANTANSATU.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta menggeledah kantor Dinas Kebudayaan (Disbud) Jakarta seusai diduga adanya penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp150 miliar, pada Rabu, 18 Desember 2024.

Dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu, 18 Desember 2024, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jakarta, Syahron Hasibuan mengungkap pihaknya telah menggeledah 5 lokasi berbeda, berikut ini di antaranya:

1. Kantor Dinas Kebudayaan Jakarta

2. Kantor Event Organizer (EO) GR-Pro di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan

3. Rumah tinggal di Jalan H Raisan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

4. Rumah tinggal di Jalan Kemuning, Matraman, Jakarta Timur

5. Rumah tinggal di Jalan Zakaria, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Lantas, apa saja temuan Kejati saat melakukan penggeledahan di Dinas Kebudayaan Jakarta? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Selain Ridwan Kamil, Ini 4 Public Figure yang Kalah di Pilkada 2024 dan Tak Mampu Lampaui Suara Lawan-lawannya

Temuan Kejati di Kantor Disbud Jakarta

Terkait kasus dugaan korupsi di Disbud Jakarta, Syahron menuturkan pihaknya menemukan ratusan stempel palsu dan sejumlah alat bukti lainnya.

"Ditemukan ratusan stempel palsu," tuturnya dalam pernyataan yang sama.

Syahron juga menyebut sejumlah alat bukti lainnya usai melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kebudayaan Jakarta.

"Beberapa unit laptop, handphone, PC, flashdisk, uang, beberapa dokumen, dan berkas penting lainnya," sebutnya.

Penyimpangan Anggaran 2023 yang Capai Rp150 Miliar

Halaman:

Tags

Terkini