reginternasional

Presiden Prabowo Subianto Klaim Selamatkan Rp300 Triliun Dana APBN 2025 dari Risiko Korupsi, Dialihkan ke Hal Produktif dan Langsung Dirasakan Rakyat

Jumat, 15 Agustus 2025 | 20:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan MPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan telah menyelamatkan Rp300 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang dinilai rawan diselewengkan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi dan efisiensi belanja negara.

"Kami telah identifikasi dan telah selamatkan Rp300 triliun dari APBN yang kami lihat rawan diselewengkan," tegas Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025.

Prabowo menyebut dana tersebut sebagian besar berasal dari pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga anggaran alat tulis kantor yang berlebihan, yang berpotensi menjadi sumber korupsi.

Baca Juga: Rincikan Dampak Langsung MBG, Presiden Prabowo Subianto Klaim Ciptakan 290 Ribu Lapangan Kerja ! 1 Juta Petani, Nelayan dan Peternak Terlibat

"Anggaran perjalanan dinas luar dan dalam negri yang begitu besar, anggaran alat tulis kantor yang begitu besar," jelasnya.

Prabowo juga menyatakan bahwa langkah efisiensi ini merupakan amanat langsung dari konstitusi.

“Efisiensi ini diperintah oleh Undang-Undang Dasar kita yaitu ayat 4 pasal 33 Undang-Undang Dasar," tegas Prabowo.

"Rp300 triliun kami geser untuk hal-hal yang lebih produktif dan langsung bisa dirasakan rakyat,” lanjutnya.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak memiliki pilihan lain selain memimpin langsung pemberantasan korupsi di seluruh lembaga eksekutif dan pemerintahan.

"Saya tidak ada pilihan lain selain memimpin upaya pemberantasan korupsi," tegasnya.

Sebagai informasi, acara ini dihadiri lebih dari 600 anggota dewan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, hingga perwakilan negara sahabat.

(*)

Tags

Terkini