reginternasional

Charlie Kirk Meninggal Dunia di Universitas Utah Valley, Presiden Amerika Serikat Donald Trump : Legendaris, Ia Dicintai dan Dikagumi Semua Orang

Kamis, 11 September 2025 | 07:16 WIB
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Aktivis konservatif Charlie Kirk. (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)

Petugas penegak hukum mengidentifikasi tersangka sebagai George Zinn, seorang pengganggu politik lokal yang dikenal karena perilakunya yang mengganggu.

Meskipun tidak dicurigai dalam penembakan tersebut, Mason mengatakan Zinn ditahan di Penjara Wilayah Utah untuk penyelidikan atas tuduhan menghalangi keadilan.

Penembakan menyusul penembakan protes No Kings, kekerasan politik nasional

Penembakan di kampus Orem, sekitar 45 menit di selatan Salt Lake City, menyusul kekerasan musim panas ini di Utah dan sekitarnya.

Pada bulan Juli, tembakan terdengar saat lebih dari 10.000 orang berunjuk rasa di Salt Lake City sebagai bagian dari protes "No Kings" terhadap pemerintahan Trump dan kebijakannya.

Baca Juga: Menelisik Awal Mula Gejolak Demonstrasi di Kathmandu Nepal, dari Skandal Korupsi hingga Larangan Main Medsos

Seorang yang menyebut dirinya "sukarelawan penjaga perdamaian" menembak dengan pistol setelah melihat seorang pria bersenjata senapan AR-15, menembaknya dari samping dan mengenai kepala seorang pengunjuk rasa yang lewat.

Arthur "Afa" Ah Loo , seorang perancang busana dan tokoh penting komunitas Polinesia di Utah, meninggal dunia akibat luka tersebut.

Pada hari yang sama di Minnesota, pemimpin Partai Demokrat DPR Melissa Hortman dibunuh di rumahnya , bersama suaminya, Mark Hortman. Polisi mengatakan pelaku penembakan, Vance Boelter , menyamar sebagai petugas polisi.

Boelter juga didakwa menembak Senator Demokrat John Hoffman dan istrinya, keduanya selamat, di rumah mereka di Champlin. 

Kunjungan Kirk ke Utah menuai kritik

Kirk adalah pendiri Turning Point USA , sebuah organisasi yang mengadvokasi politik konservatif di lembaga pendidikan, dan sekutu dekat presiden.

Ia adalah tokoh internet terkenal yang membawa debat khasnya "buktikan saya salah" ke kampus-kampus.

Kunjungannya ke Utah bukannya tanpa kontroversi.

Baca Juga: Ironi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi di Balik Kekacauan Demo Nepal, 10 Persen Orang Kaya Berpenghasilan 3x Lipat Warga Miskin

Halaman:

Tags

Terkini