reginternasional

Ultimatum Prabowo Subianto untuk Menteri hingga Birokrat yang Suka Mark-Up ! Stop Main Anggaran, Negara Butuh Setiap Rupiah

Sabtu, 29 November 2025 | 11:09 WIB
Presiden Prabowo peringatkan para menteri hingga birokrat untuk mengawasi anak buah hingga pejabat untuk tidak memainkan anggaran (Kalimantansatu.com/Dok. Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memperketat pengawasan anggaran dan memberantas praktik korupsi, terutama mark up yang dilakukan oknum birokrat maupun pejabat.

Pernyataan tegas itu disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta pada Jumat, 28 November 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo secara terbuka meminta dukungan publik untuk ikut mengawal pemberantasan korupsi.

Kepala negara RI itu menekankan bahwa upaya membersihkan praktik manipulasi anggaran tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Sosok Umi Salamah Dedikasikan Rumah untuk Pendidikan, Tersentuh Dengar Pidato Prabowo Subianto di Hari Guru Nasional 2025

“Masalahnya adalah, saya mohon dukungan saudara-saudara, kita harus memberantas korupsi dari Indonesia ini,” ujar Prabowo.

Soroti Mark Up Anggaran yang Masih Terjadi

Presiden kemudian menyinggung langsung maraknya praktik mark up di berbagai instansi.

Mantan Menteri Pertahanan itu memberi peringatan keras kepada para birokrat dan pejabat yang masih berani mempermainkan anggaran negara.

Prabowo juga menegaskan bahwa mengetahui berbagai modus yang dilakukan di lapangan.

“Anggaran dirong-rong, mark-up di mana-mana. Saya minta menteri-menteri awasi anak buahmu, awasi pejabat-pejabatmu,” kata Prabowo.

“Saya kasih peringatan ya, para birokrat, kalau masih ngotot mau mempermainkan anggaran, mengira bahwa kita bodoh, mark up di mana-mana.”

Baca Juga: Janji Menkeu Purbaya Bereskan Citra Buruk Bea Cukai di Mata Publik, Dari Minta Bekukan Hingga Ganti Dengan SGS

Menurutnya, praktik manipulasi anggaran dilakukan dengan sangat ekstrem, bahkan mencapai ratusan kali lipat dari harga sebenarnya.

Halaman:

Tags

Terkini