Pemimpin Americans For A Safe Israel (AFSI), sebuah organisasi advokasi dan pendidikan pro-Israel terkemuka itu, secara eksplisit menyebut pengiriman pasukan Indonesia sebagai "strategic mistake" bagi Israel. Phillips bahkan mendesak agar pasukan Indonesia "must stay home" (harus tetap di rumah) karena dianggap memiliki agenda politik yang terlalu pro-Palestina.
Fakta tersebut jelas menjawab dengan tegas narasi dari kalangan skeptis yang menyebut Indonesia sedang masuk ke dalam “jebakan” Amerika Serikat.
Rencana kedatangan pasukan Indonesia ini justru membuat gerah dan ditentang keras oleh kelompok-kelompok garis keras di Tel Aviv, bahkan memicu kekhawatiran di kalangan faksi sayap kanan koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
(*)