reginternasional

Lebih dari 1.000 Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Apa Kata Prabowo Subianto ?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:54 WIB
Sebagai bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerangkan lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diberhentikan sementara atau di-suspend. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Sebagai bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan, Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerangkan lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diberhentikan sementara atau di-suspend.

Langkah tersebut diambil pemerintah untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi, sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Prabowo bilang, kebijakan menghentikan sementara ini bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Serangan Air Keras ke Aktivis Kontras Andrie Yunus adalah Terorisme: Tindakan Biadab, Usut Sampai Dalangnya

Ia menyebut keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

“Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check,” ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik, justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” lanjutnya.

Baca Juga: Prabowo Kritik Belanja Daerah Tidak Produktif, Sampai Singgung Mobil Harga Dinas Kepala Daerah Rp8 M

Prabowo menegaskan, penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.

“Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. “Yang sudah di-suspend, 1.030,” ungkapnya.

“Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup.”

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG.

Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar.

Halaman:

Tags

Terkini