reginternasional

Viral Curhatan Supplier Ogah Jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG, Minta Harga Rendah hingga Nota Kosong

Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB
Viral Curhatan Supplier Ogah Jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG, Minta Harga Rendah hingga Nota Kosong (Threads/itsme_ndhenk - suburbdweller)

Ungkap Buah Sisa Sortiran untuk MBG

Selain harga yang diturunkan, akun milik @asrikasura yang tak lain kakak ipar artis Dinda Hauw pun turut membongkar praktik di lapangan mengenai MBG.

Ia menuliskan bahwa ada pihak dapur yang meminta buah sisa sortiran untuk digunakan dalam MBG.

“Karena gue pedagang catering sering belanja di Kramat Jati, mereka maunya yang sisa sortiran tapi maunya dalam jumlah banyak dan yang penting murah,” tulisnya pada Senin, 15 Juni 2026.

“Soal rasa belakangan, sampe abangnya nawari aku makan salak yang biasa dibeli sama org MBG sambil bilang, ‘Kakak coba dah itu salak MBG, walau saya bukan orang gimana-gimaa nih tapi salak kayak gini mah dibagikan gratis saya juga nggak nafsu kak makannya apalagi anak-anak itu ya,’” paparnya.

Baca Juga: Ekonom INDEF Ibaratkan Ekonomi RI bak Sepak Bola, Sarankan Waktunya Ganti Strategi!

SPPG Sering Minta Nota Kosong

Isu lain yang banyak muncul dibahas oleh para supplier di utas tersebut adalah permintaan nota kosong dari SPPG.

Dalam utas utama, supplier menolak untuk mengirim tomat ke area Jawa Timur.

“(Penolakan) ini terkait pengantaran atau notanya?” tulis pihak SPPG dalam unggahan di akun @itsme_ndhenk.

Pengakuan lain juga datang dari @ulfa_eljheisya, “Saya pribadi menolak orderan dari pemerintahan karena selalu minta nota dobel, satu nota harga dari saya dan yang satu nota kosong. Sudah ada gambaran itu bakal buat apa,” tulisnya.

“Saya juga didatengin orang purchasing-nya MBG mau beli sabun cuci piring, cling wrap dan nitrile gloves. Keuntungannya yang saya dapet hanya Rp500 perak per item. Ya saya tolak, udah gitu minta nota kosong,” ungkap pemilik akun @suburbdweller.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini