Penemuan puluhan ribu warga kurang mampu yang belum pernah tersentuh program bantuan sosial menjadi bukti nyata efektivitas skema digital ini dalam mengembalikan hak-hak masyarakat.
“Bayangkan, ada sekitar 51.000 KK yang selama ini harusnya dapat bansos tapi tidak menerima. Hari ini mereka mendapatkan keadilan lewat digitalisasi perlinsos,” tegasnya.
Pemerintah optimistis keberhasilan fondasi digital di Surabaya ini dapat menjadi standar baru penyaluran bansos yang transparan dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.
(Uploader : Panji Narendra M.)