Tuai Kecaman Internasional! Rencana Kota Modern Amerika Serikat di Gaza Bocor, Diduga Melibatkan Investor dengan Dana Fantastis Hingga Rp1.600 Triliun

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Rabu, 3 September 2025 | 15:12 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)

Gaza akan diubah menjadi kota pelabuhan modern dengan delapan kota satelit yang ditenagai kecerdasan buatan (AI).

Tidak hanya itu, rencana AS itu juga menyebut akan membangun sebuah taman manufaktur bernama “Elon Musk” di bekas zona industri Erez.

Kawasan tersebut sebelumnya dibangun dengan dana Israel untuk memanfaatkan tenaga kerja murah Palestina, namun akhirnya dihancurkan militer Israel.

Meski begitu, belum jelas terkait proposal ini mencerminkan kebijakan resmi AS. Baik Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri AS menolak memberi komentar atas bocoran tersebut.

Di sisi lain, rencana itu dinilai sejalan dengan pernyataan Donald Trump sebelumnya yang ingin “membersihkan” Gaza dan membangun ulang wilayah tersebut.

Tuai Kecaman Internasional

Perihal "Gaza Riviera" yang digagas Trump, hal itu kini menuai kecaman dari komunitas internasional.

Direktur Eksekutif Trial International, Philip Grant menyebut proposal itu sebagai upaya terselubung melakukan deportasi massal.

Baca Juga: Rally Sepekan Terakhir, Harga Emas Cetak Rekor All Time High Baru di 3.508,73 dolar AS per troy ounce pada Perdagangan Intraday 2 September 2025

“Ini adalah cetak biru untuk deportasi massal, yang dipasarkan sebagai pembangunan,” ujar Grant dikutip dalam laporan yang sama.

Grant menegaskan, rencana semacam itu berpotensi menjadi contoh nyata kejahatan internasional. Ia menyebut pemindahan paksa penduduk, rekayasa demografi, dan hukuman kolektif masuk dalam kategori kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Hasilnya? Sebuah kasus buku teks tentang kejahatan internasional dalam skala yang tak terbayangkan,” kata Grant.

“Siapa pun yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek seperti ini, termasuk pihak swasta, bisa menghadapi tanggung jawab hukum selama beberapa dekade ke depan,” tegasnya.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X