“Saya kira tudingan monopoli juga pertama dari sisi Undang Undang Migas kan tidak ada monopoli. Kedua, monopoli dilakukan negara pun tidak masalah, monopoli kalau itu korporasi,” terangnya.
Kementerian ESDM: Kolaborasi untuk Skema Darurat
Kolaborasi antara SPBU swasta dengan Pertamina ini hanya untuk menjadi solusi sampai akhir tahun 2025 dan akan kembali seperti biasa di tahun 2026.
“Ketika mereka, badan usaha swasta kehabisan stok, negara hadir untuk memberikan pelayanan masyarakat, badan usaha bisa tetap bertumbuh, bisnis tetap jalan,” ucap Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia masih dalam acara yang sama.
“Ini dilakukan adalah skema darurat jangka pendek, short term sampai akhir tahun ini. Nanti di tahun 2026, semua akan kembali ke kuotanya masing-masing,” terangnya.
Anggi membeberkan bahwa mulai Oktober nanti, masing-masing SPBU swasta mulai mengajukan berapa kebutuhan impornya.
Mengenai apakah pertambahan kuota diberikan, Anggia mengungkapkan ada beberapa hal yang diperhatikan karena pemerintah harus memegang kendali sektor strategis negara.
Sebelumnya, dalam pertemuan Bahlil dengan pengusaha SPBU swasta menghasilkan 3 kesepakatan yang disetujui.
Ketiganya adalah produk yang akan dibeli SPBU swasta dari Pertamina adalah yang masih base fuel atau produk yang belum mengalami pencampuran dengan yang lain.
Pencampuran akan dilakukan di masing-masing perusahaan sesuai yang dibutuhkan.
Kemudian, ada joint surveyor untuk memastikan kualitas BBM dan kesepakatan harga yang tidak merugikan berbagai pihak.
Sementara itu, kargi base fuel milik Pertamina sudah tiba di Jakarta dan segera bisa dimanfaatkan oleh para SPBU swasta untuk kembali memenuhi permintaan dari masyarakat.
(*)
Artikel Terkait
PLTU dan 'Tagihan Sunyi' Kesehatan Publik yang Konsisten Tinggi : Ribuan Kematian Dini, Triliunan Rupiah Melayang
Apa Fungsi Kawasan Berikat ? Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Ungkap Tidak Hanya Sebatas Menjadi Motor Pendorong Ekspor
Mediapreneur Talks 2025 Sukses di Kota Surabaya, Seminar Jurnalistik Seputar Bisnis Media hingga Transformasi Digital. Ini Rangkumannya !
Momen Hangat Prabowo Subianto dan Raja-Ratu Belanda Bertemu, Simbol Penghormatan Tinggi untuk Indonesia
Singgung Crazy Rich yang Ogah Patuh Bayar Pajak, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Targetkan Rp60 Triliun dari Kantong Pengemplang Pajak. Ada Jerat Khusus ?
Di Balik Pilu Nanik Deyang Minta Maaf Karena Gelombang Keracunan MBG dari Jawa hingga Sulawesi, BGN Janji Evaluasi Total di Tengah Krisis Kepercayaan
Datang ke Mediapreneur Talks Promedia di Surabaya, Anggota DPD RI Asal Jatim Lia Istifhama Punya Harapan untuk Para Jurnalis. Apa itu ?
Dinilai Positif, Proyek Pani Merdeka Gold Resources (EMAS) Digadang-gadang Bakal Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik
Kini MBG Program Andalan Prabowo Subianto Menjadi Sorotan Karena Marak Kasus Keracunan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab ?
Gaduh Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Wilayah Indonesia, Polri hingga DPR Soroti Standar Keamanan Menu Makan Bergizi Gratis di Sekolah