Bank Dunia Sebut Indonesia Banjir Pekerja Informal ! Menkeu Purbaya Ungkap Biang Keroknya dan Minta Fresh Graduate Tak Khawatir, Ada Magang Berbayar

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:26 WIB
ILUSTRASI - Potret Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)
ILUSTRASI - Potret Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Tim Produksi Kalimantansatu.com via Gemini AI)

Mengenai suntikkan dana pada program ini, Purbaya menjelaskan bahwa akan bertahap.

“Saya nggak mau kasih banyak-banyak, karena biasanya kebanyakan nanti nganggur duitnya,” terangnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Komentari PHK Massal di Indonesia, Anggap Efek Domino di Banyak Sektor hingga Bikin Pekerja Beralih ke Informal

Pekerjaan Informal Makin Banyak karena Pertumbuhan Ekonomi Lambat

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa pekerjaan sektor informal banyak muncul karena dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Oleh karena itu, tren pekerjaan di sektor informal pun akhirnya naik di Indonesia.

“Kerjaan informal meningkat karena growth-nya lambat kan kemarin-kemarin. Kalau kita ciptakan growth yang lebih cepat, nanti yang informal-informal itu pelan-pelan akan berkurang, masuk ke formal,” kata Purbaya pada wartawan di Jakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Saat ini, kata Purbaya, pemerintah sedang mencoba membalikkan arah pertumbuhan ekonomi yang bisa berdampak pada lapangan pekerjaan.

“Kalau pertumbuhan ekonomi penganggurannya gede tapi track recordnya nggak besar, berarti masuk ke informal kan. Itu yang kita ubah kan, karena kadang-kadang income-nya nggak menentu,” imbuhnya.

Baca Juga: Harapan Besar Guru ke Sekolah Garuda, Anak Tidak Mampu Juga Bisa Kuliah di Kampus Ternama Luar Negeri

Laporan Bank Dunia soal Lapangan Kerja Indonesia

World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025 menyebutkan bahwa kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami kesulitan dalam mencari lapangan kerja.

Bahkan secara spesifik disebutkan bahwa 1 dari 7 pemuda di Indonesia dan China adalah pengangguran yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Dari laporan tersebut juga menyinggung tentang orang-orang di Asia Timur dan Pasifik masih banyak yang bekerja di sektor informal.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X