Menyoroti Arah Kebijakan Purbaya Yudhi Sadewa soal Cukai Rokok, Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif 2026 dan Bakal Tindak Tegas Pabrik Rokok Ilegal

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 27 September 2025 | 10:18 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan atensi serius terhadap tarif cukai rokok di Indonesia yang tinggi. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @menkeuri)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan atensi serius terhadap tarif cukai rokok di Indonesia yang tinggi. (Kalimantansatu.com/Dok. Instagram @menkeuri)

KALIMANTANSATU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan atensi serius terhadap tarif cukai rokok di Indonesia yang tinggi.

Ia juga menyoroti banyaknya produsen dan supplier rokok ilegal.

Regulasi pun tengah digodok Menkeu dan pihak-pihak terkait untuk melindungi pasar rokok, termasuk dengan rencana sentralisasi industri tembakau.

Sementara mengenai tarif cukai, Purbaya memastikan tidak ada perubahan dari sebelumnya.

Baca Juga: Pengamat Nilai Hasil Kebijakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Belum Terlihat, Soroti Tarif Cukai Rokok Berpengaruh pada Lapangan Kerja

Tarif Cukai Rokok Tidak Naik di 2026

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan cukai rokok di tahun 2026 mendatang.

Keputusan tersebut disampaikan usai Purbaya bertemu dengan perwakilan dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) pada Jumat, 26 September 2025.

Perwakilan yang hadir kata Purbaya di antaranya adalah Djarum, Gudang Garam, Wismilak, dan lainnya.

“Satu hal yang saya diskusikan dengan mereka, apakah saya perlu merubah tarif cukai ya tahun 2026, mereka bilang asal nggak dirubah udah cukup, ya sudah, saya tidak ubah,” ucap Menkeu Purbaya kepada awak media di Kantor Kemenkeu Jakarta pada Jumat, 26 September 2025.

“Tadinya padahal saya mikir mau nurunin, dia minta saya nggak ubah, udah cukup, ya sudah. Salahin mereka sendiri, ntar nyesel lho. Tau gitu minta turun, untungnya minta konstan aja. Jadi, tidak kita naikin,” kelakarnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Adopsi Sumitronomics yang Digagas Ayah Presiden Prabowo Subianto untuk Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia, Apa itu ?

Bakal Aktifkan Sentralisasi Kawasan Industri Hasil Tembakau

Menkeu Purbaya juga membeberkan tentang rencana sentralisasi kawasan industri hasil tembakau (IHT) yang akan menyediakan mesin, gudang, pabrik, dan bea cukai.

Konsepnya adalah sentralisasi dan one stop service yang kini sudah berjalan di Kudus, Jawa Tengah dan Parepare, Sulawesi Selatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X