Whoosh Tinggalkan Beban Utang Negara, ICW Kritisi Level Perencanaan Belum Matang Tapi Proyek Sudah Jalan Duluan

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 13 November 2025 | 15:34 WIB
Ilustrasi whoosh menjadi beban utang Indonesia. (Tim Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi whoosh menjadi beban utang Indonesia. (Tim Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM - Indonesian Corruption Watch (ICW) mengkritisi langkah pemerintah dalam hal perencanaan setiap proyek negara, contohnya adalah Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Hal tersebut diungkap oleh aktivis dan peneliti ICW, Almas Sjafrina, dalam tayangan podcast bersama Bambang Widjojanto.

Ditambah lagi saat ini Whoosh tengah jadi sorotan karena pembengkakan utang kepada China hingga Rp116 triliun.

Penyelesaian Utang Harus Dipikirkan Sebelum Proyek Berjalan

Utang Whoosh mencuat setelah Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyebutnya sebagai bom waktu dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang tegas menyatakan tak ma membayar lewat APBN.

Baca Juga: Utang Whoosh Jadi Polemik Panas ! Presiden Prabowo Subianto Ambil Tanggung Jawab dan Bilang Nggak Usah Khawatir

Polemik utang yang kini ramai, menurut Almas seharusnya sudah diantisipasi sebelum proyek Whoosh resmi dijalankan.

“Yang membuat bingung kok sekarang baru ribut gimana cara bayarnya, ini harusnya sudah dipikirkan sebelum programnya, proyeknya jalan,” kata Almas dikutip dari video yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Rabu, 12 November 2025.

“Sebetulnya, ini menunjukkan bagaimana pemerintah kita itu belum matang di level perencanaan persiapan udah jalan duluan,” lanjutnya.

Proyeksi Penghitungan soal Whoosh yang Meleset

Almas menambahkan bahwa akibat dari perencanaan yang kurang tepat itu membuat perhitungannya meleset ketika proyek Whoosh mulai berjalan.

“Makanya, ada penghitungan yang meleset, berapa sih proyeksi pendapatan dari Whoosh yang harapannya itu bisa membantu untuk membayar ke China dan sebagainya,” ucapnya.

“Problem pertama menurut saya di situ adalah perencanaan dan persiapannya,” imbuh Almas.

Menurutnya, sebelum proyek Whoosh dimulai, harus ada kajian panjang dan mendalam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X