Optimisme Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Prospek Perekonomian Nasional, Anggap Faktor Global Bukan Penentu Utama Kinerja Ekonomi Indonesia

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 27 Januari 2026 | 18:52 WIB
Optimisme Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Prospek Perekonomian Nasional, Anggap Faktor Global Bukan Penentu Utama Kinerja Ekonomi Indonesia (Kalimantansatu.com/Dok. IG @menkeuri)
Optimisme Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Terhadap Prospek Perekonomian Nasional, Anggap Faktor Global Bukan Penentu Utama Kinerja Ekonomi Indonesia (Kalimantansatu.com/Dok. IG @menkeuri)

KALIMANTANSATU.COM - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.

Volatilitas global diperkirakan rendah dengan potensi peningkatan pertumbuhan masih terbatas. 

Purbaya bilang, faktor global bukanlah penentu utama kinerja ekonomi Indonesia.

Hal ini lantaran sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh permintaan domestik, sementara kontribusi global hanya berkisar 10–20 persen.

Baca Juga: Izin Usaha PT Varia Intra Finance Dicabut ! Apa Alasan OJK Cabut Izin PT VIF ?

Oleh karena itu, perlambatan ekonomi global tidak seharusnya dijadikan alasan atas lemahnya kinerja ekonomi dalam negeri. 

“Kalau kita 90 persen domestic demand, 10 persen global atau lebih. Mungkin maksimal 15-20 persen. Kalau kita juga ada domestic demand, harusnya tidak ada masalah,” ungkap Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada Acara Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrine Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, kondisi domestik Indonesia  cukup solid.

Inflasi tercatat rendah di kisaran 2,9 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen.

Bahkan, jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen.

Baca Juga: OJK Serahkan 2 Tersangka Pidana Jasa Keuangan Ilegal PT Investree Radhika Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Hal ini menunjukkan bahwa tekanan permintaan masih terkendali dan belum memicu overheating ekonomi. 

“Jadi sebetulnya demand-nya masih relatif rendah. Belum ada demand core inflation, artinya saya bisa mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi tanpa khawatir adanya kenaikan bunga yang terlalu signifikan dari Bank Sentral atau karena inflasi naik dan Bank Sentral ingin memperlambat lagi,” ujar Purbaya.

Strategi debottlenecking

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X