Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Instrumen saham memiliki faktor risiko pasar yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, sehingga setiap kenaikan eksposur akan meningkatkan kebutuhan Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) dan berpotensi menekan rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC).
Karena itu, keputusan investasi tidak bisa dilepaskan dari perhitungan dampaknya terhadap ketahanan permodalan perusahaan.
IFG Progress mencatat bahwa secara agregat kondisi RBC industri asuransi nasional masih berada jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Namun demikian, ketahanan tersebut berjalan beriringan dengan tekanan operasional, termasuk peningkatan rasio klaim dan dinamika profitabilitas.
Baca Juga: Melalui Transform Business 2026, IFG Perkuat Customer Centricity dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan
Dalam konteks ini, disiplin pengelolaan risiko pasar menjadi semakin krusial agar ruang fleksibilitas investasi tidak justru memperbesar kerentanan ke depan.
“Peningkatan batas investasi saham perlu dipandang sebagai instrumen kebijakan yang mensyaratkan tata kelola yang lebih kuat, bukan pelonggaran disiplin. Dengan ALM yang ketat, pengawasan yang memadai, serta transparansi kepada pemangku kepentingan, fleksibilitas dapat menjadi pendorong stabilitas. Tanpa itu, potensi konsentrasi risiko dapat berkembang menjadi tekanan sistemik,” tutup Ibrahim.
(*)
Artikel Terkait
Saham HOTL Terancam Delisting ! Manajemen Saraswati Griya Lestari Beri Kabar Terbaru ke BEI
Melihat Fokus 3 Hasil Pertemuan OJK dan MSCI Setelah IHSG Sempat Trading Halt 2 Hari, Dari Free Float Hingga Klasifikasi Investor Dalam SID
Repower Asia Indonesia (REAL) Kena Sanksi OJK ! UOB Kay Hian Sekuritas Hingga UOB Kay Hian Pte Ltd Juga Kena Denda Administratif
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Kena Sanksi OJK Gara-gara Hal Ini ! Pihak-pihak Terkait Lainnya Juga Kena Denda Administratif
Dana Masih Tersisa Rp280,9 M ! Bukalapak Rencana Kembali Buyback Saham BUKA, Apa Tujuannya ?
Lampaui Target, Kinerja Prapenjualan BSDE Tembus Rp10,04 T Sepanjang Tahun 2025 ! Begini Kata Bos Bumi Serpong Damai
Anak Usaha Xolare RCR Energy (SOLA) Dapat Kontrak Double Chipseal 10 KM dari PT Royaltama Mulia Konstruksi
Di Mempawah Kalbar, PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit Melalui Penyediaan Pasokan Energi yang Andal dan Berkelanjutan
Kehadiran Booth BYD di IIMS 2026 Menyatukan Eksplorasi Teknologi EV dan Interaksi Bersama Komunitas Pengguna BYD BEYOND Community
Indonesia Harus Naik Kelas ! Wadirut MIND ID Dany Amrul Ichdan Beberkan Potensi Tambang hingga Sektor Lain yang Perlu Dioptimalkan