IFG Gandeng Financial Services Development Council Hong Kong Perkuat Tata Kelola Investasi Lewat Sosialisasi Asset Liability Management

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 18 Februari 2026 | 17:01 WIB
IFG Gandeng Financial Services Development Council Hong Kong Perkuat Tata Kelola Investasi Lewat Sosialisasi Asset Liability Management (Kalimantansatu.com/Dok. IFG)
IFG Gandeng Financial Services Development Council Hong Kong Perkuat Tata Kelola Investasi Lewat Sosialisasi Asset Liability Management (Kalimantansatu.com/Dok. IFG)

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengelola risiko secara terukur sekaligus tetap mengejar pengembalian investasi yang relevan dengan rencana bisnis.

Dalam paparannya, Rocky Tung menekankan bahwa pengelolaan aset dan kewajiban yang efektif merupakan prasyarat utama stabilitas keuangan.

“Pengelolaan aset dan kewajiban yang efektif sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan stabilitas keuangan suatu entitas. Kerangka ALM yang komprehensif dalam industri asuransi menitikberatkan pada stabilitas dan profitabilitas jangka panjang dengan menjaga likuiditas, mengelola kualitas kredit, serta memastikan ketersediaan modal operasional yang memadai,” jelas Rocky.

Baca Juga: Transformasi Digital IFG Catat 500 Ribu Pengguna, Ekosistem One by IFG Perluas Akses Layanan Keuangan Terintegrasi Nasional

Ia menambahkan, ALM berperan penting untuk memastikan solvabilitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, mengidentifikasi serta memitigasi risiko utama seperti risiko suku bunga, likuiditas, dan risiko pasar, sekaligus mengoptimalkan imbal hasil berbasis risiko melalui diversifikasi dan penyesuaian durasi aset-liabilitas.

“Melalui ALM, perusahaan dapat memastikan kemampuan memenuhi kewajiban, mengelola risiko suku bunga akibat pergerakan nilai aset dan kewajiban yang berbeda, mengantisipasi risiko likuiditas ketika aset likuid tidak mencukupi, serta memitigasi risiko pasar akibat fluktuasi ekuitas, kredit, maupun nilai tukar. Selain itu, stabilitas keuangan dijaga dengan menyelaraskan arus kas masuk dari aset dengan proyeksi arus keluar klaim dan kewajiban,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, IFG mendorong peningkatan pemahaman mengenai prinsip, tujuan, fungsi, dan jenis ALM, khususnya di sektor asuransi.

Upaya ini diharapkan memperkuat praktik pengelolaan investasi yang sehat, menjaga stabilitas keuangan perusahaan, serta memberikan perlindungan berkelanjutan bagi pemegang polis dan peserta dana pensiun.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X